Astudestra Ajengrastrı
30 Oktober 2018•Update: 30 Oktober 2018
Astudestra Ajengrastri
JAKARTA
Hingga Selasa pagi, Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta, telah menerima setidaknya 24 kantong jenazah yang berisi potongan-potongan tubuh korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang.
“Sampai pukul 23.30 sudah ada 24 kantong jenazah yang dibawa ke pos antemortem,” ujar Kepala RS Polri dr Musyafak saat menyampaikan keterangan kepada media, Senin malam.
Dalam satu kantong, kata Musyafak, bisa berisi lebih dari satu korban karena keadaan jenazah yang terpotong-potong.
RS Polri juga sudah mengambil data dari 132 keluarga, serta menunggu keluarga lain yang belum menyerahkan informasi korban untuk datang ke pos antemortem supaya memudahkan proses identifikasi.
“Beberapa sudah diambil sampel DNA, karena tidak semua mengajak orangtuanya atau putra-putrinya,” tukas Musyafak, mengimbau agar keluarga yang berhubungan langsung dengan korban memberikan sampel DNA.
“Karena korban yang masuk ke pos antemortem sulit dilihat atau diperiksa secara fisik,” ujar Musyafak.
Pesawat terbang Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak pada 06.33 WIB dan diperkirakan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat, kata Basarnas.
Pesawat membawa 189 orang penumpang yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi. Pesawat juga berisikan dua orang pilot dan enam awak, menurut rilis resmi dari Lion Air.