Ekip
02 April 2018•Update: 03 April 2018
ANKARA
Bayi Karim, yang menjadi simbol penderitaan para korban sipil dari serangan rezim Suriah, akhirnya selamat tiba di Hatay, Turki selatan pada Minggu bersama keluarganya.
Bertemu keluarga Karim, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung menggendong bayi itu ke pelukannya.
Setelah Idlib, Karim dan keluarganya memasuki Hatay, Turki melalui gerbang perbatasan Cilvegozu, kata koresponden Anadolu Agency yang berada di lapangan.
Bayi Karim kehilangan salah satu mata serta ibunya dalam serangan artileri rezim Assad di Ghouta Timur.
Karim dan keluarganya meninggalkan Ghouta Timur dan datang ke Idlib sebagai bagian dari evakuasi di bawah perjanjian gencatan senjata yang ditawarkan oleh Rusia, meskipun serangan terhadap warga sipil di sana terus berlanjut.
Bayi Karim menjadi simbol pengepungan Ghouta Timur pada bulan Desember lalu setelah Anadolu Agency mempublikasikan kisahnya ke seluruh dunia, memacu kampanye media sosial untuk membantu sang bayi.
Media sosial juga melihat curahan dukungan untuk bayi yang terluka.
Pengguna Twitter di seluruh dunia memposting gambar dengan tangan menutup mata kiri mereka. “#BabyKarim Saya melihat Anda” dan “Pengepungan #EasternGhouta harus berakhir” menjadi trending Twitter hashtags.