ANKARA
Istanbul Photo Awards adalah salah satu "kompetisi global" dan forum yang akan terus berkembang setiap tahun, kata salah satu anggota juri kompetisi internasional, yang diselenggarakan oleh Anadolu kesembilan kalinya tahun ini.
Berbicara kepada Anadolu, jurnalis foto olahraga Getty Images Cameron Spencer mengatakan kontes tersebut "bertumbuh dengan status dan pengakuan, Anda hanya perlu melihat berapa banyak orang yang mengirimkan karya, dan kualitas fotografi yang dikirimkan."
"Dan kemudian Anda melihat siapa yang masuk. Dan banyak jurnalis foto dan fotografer olahraga yang sangat berbakat dari seluruh dunia menghargai kompetisi dan menghormati juri," kata Spencer.
Dia mengatakan kompetisi ini juga unik karena keragaman keterampilan anggota juri dan pengalaman mereka selama bertahun-tahun.
"Fakta bahwa kita semua memiliki sudut pandang yang berbeda, dan kita dapat membicarakannya dan mengambil keputusan yang membuat kita semua senang, dan juga membuat persaingan menjadi luar biasa,” kata dia.
Juri Istanbul Photo Awards itu menambahkan bahwa tahun depan mereka akan memperingati satu dekade pertama penyelenggaraan kompetisi, yang merupakan tonggak "sangat menarik" yang akan "layak untuk dilihat."
Spencer berkata untuk para anggota juri, "Kita semua saling menghormati pandangan dan keahlian satu sama lain."
"Bagi saya, olahraga adalah keahlian saya. Tapi, Anda tahu, kami semua menghargai fotografi yang bagus, dan saya memiliki hasrat untuk semua jenis foto jurnalistik, sama seperti juri lainnya," sebut dia.
Memutuskan pemenang bisa memakan waktu cukup lama tetapi mereka selalu senang dengan hasilnya, kata Spencer.
Photo of the Year
Tentang pemenang penghargaan Photo of the Year (Foto Tahun Ini) pada 2023, Spencer mengatakan gambar yang diambil oleh Sergey Kozlov adalah "bidikan yang kuat dan tak lekang oleh waktu".
Kozlov merebut gelar tahun ini dengan gambar pedih berjudul "Perang Rusia-Ukraina".
Foto tersebut menunjukkan seorang tentara tewas tergeletak di tanah dengan pengangkut personel lapis baja Rusia yang terbakar dalam pemandangan yang tertutup salju.
"Saya pikir fakta bahwa Anda memiliki unsur salju dan musim dingin dan cuaca dingin, dan, Anda tahu, prajurit tak bernyawa ini terbaring di sana, dan caranya menyusun, itu adalah gambaran yang sangat kuat," kata Spencer.
Dia menggarisbawahi bahwa foto itu menangkap tragedi perang antara dua negara tetangga, yang menelan lebih dari 24.000 nyawa sipil sejak perang pecah pada Februari tahun lalu, menurut angka PBB.
"Saya pikir dalam satu tahun terakhir, Anda melihat fakta bahwa Ukraina mendominasi untuk semua berita, Anda tahu, itu menunjukkan seberapa besar sebuah berita. Dan saya pikir komitmen yang diliput oleh banyak jurnalis foto terbaik dunia dan cerita perang itu benar-benar menceritakan kisahnya ke seluruh dunia, saya pikir itu membuka mata orang-orang tentang betapa pentingnya itu, dan betapa tidak masuk akalnya perang itu juga," ujar dia.
Kategori baru dalam Istanbul Photo Awards
Spencer juga menyinggung tentang kategori baru yang ditambahkan ke dalam Istanbul Photo Awards dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menyambut baik pengenalan kategori Alam dan Lingkungan karena isu-isu seputar krisis lingkungan semakin banyak diliput.
Pada kategori Kehidupan Sehari-hari, Spencer mengatakan: "Kami melihat semua headline dalam kisah-kisah besar yang pecah sepanjang tahun, tetapi juga menyenangkan melihat potongan-potongan kecil kemanusiaan di seluruh dunia yang seringkali merupakan cerita yang menyenangkan atau itu hanya sesuatu yang tidak akan pernah Anda ketahui, kecuali fotografer itu menyebarkan berita itu."
"Hal ini memberikan suara atau platform untuk seseorang atau sekelompok orang yang mungkin tidak memilikinya," tambah dia.
Sementara itu kategori potret menunjukkan bahwa Istanbul Photo Awards lebih dari sekedar menghargai sebuah foto yang terlihat bagus.
"Saya pikir itulah yang kami tetapkan sebagai juri bahwa kami ingin memberikan penghargaan potret yang bagus, tetapi potret yang memiliki makna dan cerita yang menurut kami layak untuk dibagikan dan dihargai dalam hal waktu dan upaya yang telah dilakukan oleh fotografer untuk mengabadikan kisah-kisah itu," tutur dia.
Misalnya pemenang kategori Potret Cerita memperlihatkan atlet wanita Afghanistan yang dilarang bermain dan berkompetisi, kata Spencer, sambil menambahkan bahwa itu adalah cerita yang sangat kuat.
"Seri yang sangat kuat, karena mereka tidak bisa lagi bersaing. Dan menurut saya cara fotografer memotretnya sangat kreatif dan sangat kuat dan menurut saya itu layak menjadi pemenang," kata Spencer.
Dia juga menambahkan bahwa dewan juri "semua setuju bahwa itu adalah cerita yang sangat, sangat penting untuk dibagikan. Dan cara kreatif fotografer melakukannya sangat mengesankan."
Olahraga
Sebagai seorang fotografer olahraga, Spencer mengatakan bahwa keahliannya tersebut memiliki tantangan tersendiri.
"Fakta bahwa Anda ada di sana untuk mendokumentasikan momen singkat yang hanya terjadi sekali. Dan begitu hilang, itu hilang selamanya. Dan Anda harus berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat, Anda perlu mengetahui subjek Anda, mengetahui olahraganya, mengetahui peraturannya, mengetahui apa yang akan dilakukan oleh pemain tertentu," sebut dia.
"Dan seringkali, itu datang dari pengalaman bertahun-tahun untuk dapat mengabadikan momen yang menentukan ketika itu terjadi," urai Spencer.
Dia mengatakan para pemenang kategori Olahraga Tunggal semuanya memiliki citra yang cantik dan mencolok.
Pemenang posisi ketiga, memperlihatkan pengendara sepeda menabrak penghalang yang dekat dengan penonton di belakang, "hanya foto aksilah yang sangat brilian," kata Spencer.
"Dan gambar Oliver Scarff tentang penyelam yang tersinkronisasi, dia tenggelam dan diselamatkan oleh seorang pelatih seperti yang ditangkap dari kamera robot di bawah air. Dan ketika mereka memasang kamera itu hari itu, mereka tidak akan pernah menyangka hal itu akan terungkap dan itu sangat mengharukan. Tembakan yang kuat. Dan itu benar-benar menangkap semangat olahraga," ujar dia.
Dalam kategori Olahraga Tunggal, hadiah pertama diberikan kepada David Ramos untuk foto bintang sepak bola Lionel Messi yang merayakan kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022 di pundak rekan setimnya.
"Cara pemotretan dengan lensa dangkal, dekat dengan kedalaman bidang yang dangkal terasa seperti Anda adalah bagian dari pemandangan, Anda di sana menyemangati Messi saat dia diarak berkeliling dengan trofi," tukas Spencer.
Pengumuman para pemenang Istanbul Photo Awards dapat dilihat di website kontes melalui link berikut: https://istanbulphotoawards.com/winner/indexnews_share_descriptionsubscription_contact


