Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Perdana Menteri Turki pada Sabtu menegaskan Ankara menolak tawaran Perancis untuk bermediasi dengan kelompok teroris di Suriah.
Perdama Menteri Binali Yildirim mempertanyakan langkah Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang menawarkan mediasi tersebut.
"Siapa yang memberikan otoritas itu kepada Anda, siapa yang menugaskan misi ini kepada Anda?" kata Yildirim saat menghadiri pembukaan rumah sakit di provinsi Aegean Izmir.
“Jika Presiden Perancis ingin menjadi wasit untuk kelompok teroris maka dia bisa saja melakukan hal ini, tapi tidak dengan Turki, imbuh Yildirim.
Yildirim menambahkan Turki tidak bernegosiasi dan bersalaman dengan teroris, tapi Turki membasmi mereka.
Ketika menemui delegasi SDF yang dimpimpin oleh PYD/PKK pada Kamis di Elysee Palace, Macrob menyatakan bahwa "dialog antara SDF dengan Turki bisa diwujudkan dengan bantuan Perancis dan komunitas internasional."
Yildirim lebih lanjut menyatakan bahwa SDF "tidak terkait secara operasional dentan kelompok teroris itu," merujuk pada PKK.
Namun, berdasarkan catatan Turki, PYD/PKK dan SDF sebetulnya cabang teroris PKK di Suriah, dan Perancis, Turki, serta Uni Eropa sudah mengakuinya sebagai kelompok teroris.
Selama kampanye teroris yang sudah berjalan 30 tahun, PKK sudah membunuh 40.000 orang.
Ankara telah memperingatkan berbagai pihak internasional yang bekerja sama dengan kelompok PYD/PKK, YPG/PKK, SDF/PKK, sebab semua itu adalah kelompok PKK yang hanya memakai nama lain.
Dalam Operasi Ranting Zaitun yang masih berlangsung, Turki telah menyasar PYD/PKK dan teroris Daesh di Afrin, Suriah, di sebelah selatan perbatasan Turki.
--Kemajuan di bidang kesehatan
Terkait bidang kesehatan, Yildirim juga mengatakan bahwa mulai tahun depan, Turki akan mulai memproduksi vaksin untuk penyakit seperti tetanus dan difteri.
"Langkah yang kami ambil di sektor medis akan menghemat enam miliar Lira [$ 1,5 miliar]," imbuh Yildirim.
Yildirim mengungkapkan bahwa sebagau bagian dari proyek lokalisasi mereka, mereka akan memproduksi 80 persen obat yang dikonsumsi di Turki.
Yildirim menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir, di bawah Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), mereka meningkatkan kapasitas ranjang di fasilitas kesehatan dari 18.000 menjadi 108.000 dan meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan darurat.
--Eropa gagal menjalankan tanggung jawabnya
Ketika menghadiri kongres Partai AK di provinsi Izmir, Yildirim mengungkapkan bahwa pembangunan Turki di setiap area telah mengganggu sejumlah lingkaran di dalam dan luar negeri.
"Mereka mencoba untuk menghadang dan membohongi Turki, tapi operasi perdamaian yang kami mulai dengan Operadi Perisai Eufrat berhasil dijalankan sampai mencapai Operasi Ranting Zaitun," ucap Yildirim sambil menjelaskan bahwa operasi Turki itu dimaksudkan untuk menumpas teroris dari wilayah di Suriah yang berbatasan dengan Turki.
Operasi Perisai Eufrat diluncurkan pada September 2016 dan selesai pada Maret 2017, sementara Operasi Ranting Zaitun dimulai pada 20 Januari di wilayah barat laut Afrin di Suriah dan masih berlangsung.
Yildirim juga mengatakan bahwa negara Barat menentang kedua operasi.
Terkait isu pengungsi Suriah, Yildirim mengungkapkan bahwa Eropa lupa tentang kesepakatan yang dibuatnya menyangkut pengungsi perang, dan Turki yang memenuhi semua tanggung jawab tersebut.
"Mereka gagal melaksanakan tanggung jawabnya padahal mereka telah bersumpah kepada warga Suriah yang berada di Turki," ucap Yildirim.
Pada Maret 2016, Uni Eropa dan Turki membuat kesepakatan untuk melakukan tindakan yang lebih tegas terhadap pelaku penyelundupan manusia dan menentang migrasi tak tentu melalui Laut Aegea, serta memperbaiki kondisi pengungsi Suriah di Turki.
Uni Eropa gagal memberikan € 3 miliar (USD 3,7 miliar) yang telah dijanjikannya untuk mendanai para pengungsi di Turki dengan tepat waktu.
Turki, negara penampung pengungsi terbesar di dunia, menampung lebih dari 3,5 juta orang pengungsi Suriah.
Suriah terjebak dalam perang sipil mematikan sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak sejumlah demonstran dengan kejam.
news_share_descriptionsubscription_contact
