Shenny Fierdha Chumaira
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia sudah melibatkan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dalam operasi penangkapan terduga teroris menyusul maraknya serangan teroris akhir-akhir ini.
"Kopassus sudah ikut masuk, sudah," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa Kopassus bekerja sama dengan Korps Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia di lapangan untuk menggerebek dan menangkap terduga teroris.
Selain itu, terkait status siaga satu di seluruh kantor polisi se-Indonesia yang sudah ditetapkan sejak Senin, dia belum bisa memastikan kapan status ini akan dicopot.
"Kita lihat nanti. Tapi yang jelas seminggu sebelum Idul Fitri kita sudah siaga," kata Setyo.
Sejak pekan lalu, Indonesia sudah diguncang sejumlah serangan teroris di berbagai daerah.
Selasa pekan lalu, ratusan narapidana teroris menyandera sejumlah polisi di Markas Korps Brigade Mobil, Depok, Jawa Barat, menewaskan lima orang polisi dan satu orang narapidana teroris.
Minggu pagi, rangkaian aksi bom bunuh diri mengguncang Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Arjuno, dan Gereja Diponegoro di Surabaya, Jawa Timur, dan menewaskan 18 orang, termasuk enam pelaku yang terdiri dari sepasang suami istri dan empat anaknya.
Pada Minggu malam, sebuah bom meledak di Rumah Susun Sewa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, dan menewaskan satu keluarga terduga teroris beranggotakan tiga orang (bom diduga tidak sengaja meledak di rumah mereka).
Senin pagi, kembali terjadi bom bunuh diri yang juga dilakukan oleh sekeluarga terduga teroris beranggotakan lima orang di depan Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, namun insiden ini hanya menewaskan empat pelaku saja (satu orang anak pelaku selamat) dan tidak ada korban tewas dari pihak sipil maupun polisi.
Terakhir, pada Rabu, ada sekelompok terduga teroris beranggotakan lima orang yang memaksa masuk area Markas Kepolisian Daerah Riau dengan menggunakan mobil dan akhirnya empat di antaranya ditembak mati oleh polisi karena membawa samurai.
Kejadian ini menewaskan satu orang polisi yang ditabrak mobil oleh seorang pelaku yang hendak melarikan diri dan melukai dua wartawan serta dua orang polisi lainnya.