15 Juni 2018•Update: 16 Juni 2018
Baris Gundogan
ANKARA
Menjelang pemilihan umum yang akan digelar sembilan hari lagi, kampanye partai politik untuk pemilihan presiden dan parlemen Turki pada 24 Juni mendatang telah berubah menjadi pesta demokrasi di seluruh negeri.
Pada bulan April, parlemen Turki meloloskan RUU untuk menggelar pemilu lebih awal.
Sementara enam kandidat presiden menggelar kampanye di beberapa kota pada hari yang sama, para pejabat partai politik dan kandidat anggota parlemen menemui warga di alun-alun kota.
Di alun-alun Kizilay, Ankara, Partai Felicity (Saadet), Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, Partai Free Cause (Huda-Par), oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Gerakan Nasionalis ( MHP), dan Partai Good (IYI) yang baru terbentuk berkampanye.
Di jalan-jalan, mobil-mobil partai politik dengan dekorasi dan atribut kampanye sibuk berkeliling menggaungkan mars dan yel-yel partai.
Sementara itu, di barat laut provinsi Yalova, warga mengerumuni stan-stan partai politik di alun-alun. Sedangkan di provinsi Bolu, partai-partai politik memasang bendera mereka dan mendirikan stan kampanye di alun-alun kota.
- Media sosial
Media sosial juga menjadi platform yang efektif selama kampanye, karena digunakan untuk promosi oleh partai-partai politik.
Kandidat presiden dan anggota parlemen telah menyiarkan pidato kampanye mereka lewat media sosial agar dapat menjangkau lebih banyak orang.
Lebih dari 59 juta warga diperkirakan akan memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden dan parlemen Turki.