Aysu Bicer
21 Desember 2021•Update: 22 Desember 2021
ANKARA
Lira Turki kembali menguat semalam pada hari Senin ketika presiden Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan mekanisme keuangan baru untuk menopang mata uang.
Kebijakan baru ini datang setelah kenaikan harga dan nilai tukar karena pemerintah menerapkan "model ekonomi baru," yang menekankan penolakan terhadap bunga tinggi.
Erdogan juga mengatakan akan ada instrumen baru untuk membantu orang yang berinvestasi dalam valuta asing mendapatkan hasil yang sama sambil tetap berpegang pada lira Turki.
Pada Selasa pagi, nilai tukar lira/dolar turun menjadi 11,2248 pada 9,30 waktu setempat (0630GMT) atau naik hampir 40% terhadap dolar sejak Senin malam.
'Hari yang gila'
Timothy Ash, ahli strategi pasar berkembang senior di BlueBay Asset Management yang berbasis di London, juga mengomentari comeback "gila" Lira.
"Hari yang benar-benar gila di FX Turki hari ini. Apakah ada waktu untuk mencapai nilai wajar 9,50 Robin Brooks? Jangan berpikir saya pernah melihat volatilitas FX intraday seperti itu dalam 30+ tahun karir saya," kata Ash.
Mekanisme baru
Pejabat pemerintah mengatakan nilai tukar tidak menggambarkam fundamental ekonomi Turki yang kuat dan memberikan kesempatan kepada para penimbun dan pemain global untuk menentukan harga yang tinggi.
Manfaat dari kebijakan baru Turki akan menjadi jelas dalam tiga hingga enam bulan ke depan, menurut Erdogan.
Erdogan juga mengatakan akan ada instrumen baru untuk membantu orang yang mungkin berinvestasi dalam valuta asing mendapatkan hasil yang sama sambil tetap berpegang pada lira Turki.
"Investor akan didorong untuk beralih ke aset berbasis lira Turki dengan menerbitkan tagihan pemerintah yang diindeks ke pendapatan perusahaan ekonomi publik yang ditransfer ke anggaran," jelas dia.
Ekonomi Turki memberikan kejutan dengan perkembangan luar biasa Lira yang terjadi sejak Senin.