07 Januari 2022•Update: 10 Januari 2022
ANKARA
Melalui percakapan telepon dengan presiden Kazakhstan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis menyatakan solidaritas negaranya dengan Kazakhstan, yang dilanda kerusuhan di tengah protes kenaikan harga bahan bakar.
Erdogan mengatakan kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bahwa Turki mengikuti secara dekat situasi yang sedang berlangsung dan Turki menunjukkan solidaritas dengan negara itu, kata sebuah pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki.
"Dalam percakapan telepon dengan Tokayev, presiden kami menyatakan harapannya agar pemerintahan baru dibentuk di Kazakhstan sesegera mungkin untuk mengakhiri ketegangan," tambah pernyataan itu.
Sebagai Kepala Organisasi Negara-negara Turki, Presiden Erdogan telah menyerukan para pemimpin negara-negara anggota untuk mengambil tindakan atas perkembangan di Kazakhstan.
Gelombang protes di barat Kazakhstan pada 2 Januari terkait kenaikan harga bahan bakar LPG, menyebar serentak secara nasional ke daerah lain di negara Asia Tengah itu.
Untuk memastikan keselamatan publik, keadaan darurat diumumkan di ibu kota komersial Almaty dan wilayah Mangystau yang kaya minyak.
Tokayev juga menyetujui pengunduran diri pemerintah.
Dia meminta bantuan dari aliansi militer pimpinan Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), yang setuju untuk mengirim sejumlah penjaga perdamaian.