Aysu Bicer
25 Desember 2021•Update: 27 Desember 2021
ANKARA
Iklim ekonomi di Turki akan "sangat berbeda" pada musim panas tahun 2022 ketika sistem keuangan telah mencapai keseimbangan, kata presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Jumat.
Pada pertemuan bersama anggota pers dan akademisi di Kantor Presiden Dolmabahce di Istanbul, Erdogan menyerukan para akademisi dan ekonom untuk berkontribusi pada model ekonomi baru pemerintah dengan merumuskan solusi dan memberikan panduan.
Dia mengatakan Turki telah meluncurkan perubahan bersejarah dalam kebijakan ekonomi, mengesampingkan pemahaman klasik tentang pengendalian inflasi dengan suku bunga tinggi.
“Sebaliknya, Turki telah mengadopsi kebijakan ekonomi berbasis pertumbuhan negara dengan investasi, penyerapan tenaga kerja, produksi, ekspor, dan surplus saat ini,” jelas Erdogan.
"Kami akan melanjutkan perjalanan kami dengan tekad yang sama mulai sekarang," kata presiden Turki itu, seraya menambahkan bahwa "segalanya berjalan sempurna di sisi produksi dan lapangan kerja ekonomi kita."
Dia juga menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak memiliki masalah anggaran dan tidak mencari bantuan dari IMF. "Saat ini, kami tidak memiliki utang kepada IMF, kami juga tidak memiliki kontak dengan IMF," tegas dia.
Menyoroti indikator ekonomi telah menunjukkan waktu yang tepat untuk kebijakan baru ini, Erdogan mengatakan, "Kami akan menempatkan Turki di antara 10 ekonomi terbesar dunia di atas landasan yang kuat ini."
Menggarisbawahi cadangan devisa Bank Sentral Turki saat ini mencapai lebih dari USD115 miliar, Erdogan mengatakan, "Jumlah ini akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik. Hari ini, Turki memiliki infrastruktur yang dibutuhkan di setiap bidang mulai dari pendidikan hingga kesehatan, dari keamanan hingga hukum, dari industri hingga pariwisata."
Pemerintah Turki berpendapat bahwa lonjakan nilai tukar baru-baru ini mengabaikan fundamental ekonomi Turki yang kuat.
Manfaat dari pendekatan baru Turki akan nampak jelas dalam tiga hingga enam bulan ke depan, menurut Erdogan.