Tuba Sahin
20 Desember 2021•Update: 22 Desember 2021
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Minggu bahwa Turki tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip pasar bebas dan menekankan bahwa negaranya tidak akan menerapkan rezim devisa yang diendalikan.
“Ekonomi Turki akan terus berjalan sejalan dengan aturan ekonomi pasar bebas, seperti yang telah dilakukan sejauh ini,” kata Erdogan pada Upacara Penghargaan Akademi Masyarakat Diseminasi Sains yang diadakan di Istana Dolmabahce Istanbul.
Erdogan menekankan klaim bahwa Turki memerlukan "keadaan darurat ekonomi" adalah tidak benar.
"Kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah kita sepenuhnya maju ke arah yang telah kita tentukan, kecuali fluktuasi siklus nilai tukar," jelas dia.
Erdogan mengatakan pemerintahnya akan terus memerangi suku bunga yang lebih tinggi.
"Jangan berharap apa-apa lagi dari saya,” tekan Erdogan.
Bank Sentral Turki pada hari Kamis memangkas suku bunga acuan satu minggu repo sebesar 100 basis poin dari 15 persen menjadi 14 persen.
Dengan pemotongan terbaru, otoritas moneter telah menurunkan suku bunga utama sebesar 500 basis poin sejak September.
Meskipun Bank Sentral adalah lembaga independen, penurunan suku bunga baru-baru ini sejalan dengan penolakan Erdogan terhadap suku bunga yang lebih tinggi.
"Kami akan menghapus beban suku bunga dari punggung rakyat kami," ucap Erdogan.
Menurut data terbaru dari Institut Statistik Turki, tingkat inflasi tahunan Turki adalah 21,31 persen pada bulan November.