Hayati Nupus
18 Februari 2019•Update: 19 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Lembaga pegiat lingkungan merekomendasikan langkah strategis bagi kedua kandidat presiden indonesia demi memperkuat komitmen iklim nasional jika terpilih nanti.
Manajer Pengetahuan Yayasan Madani Berkelanjutan Anggalia Putri mengatakan rekomendasi itu berupa penyusunan kebijakan terintegrasi terkait pembangunan infrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup agar sesuai kerangka pembangunan rendah karbon dan pencapaian komitmen iklim nasional.
“Perlu menyusun kebijakan lebih terintegrasi yang mengakomodasi penghentian deforestasi, penundaan dan evaluasi izin pemanfaatan sumber daya alam sakala besar dan perbaikan tata kelola lahan,” ujar Anggalia, Senin, di Jakarta.
Anggalia mengatakan meski debat capres Minggu malam bertemakan lingkungan dan sumber daya alam, namun tak menyoroti perubahan iklim dan bagaimana strategi implementasinya.
Hal itu, lanjut Anggalia, mencerminkan rendahnya komitmen kedua calon terhadap persoalan iklim nasional.
Keduanya, tambah Anggalia, gagal menangkap akar persoalan sumber daya alam Indonesia, apalagi mengimplementasikannya kelak.
Sejumlah poin persoalan yang dipaparkan masih parsial sesuai subtema, imbuh Anggalia.
Padahal seluruh tema yang dibahas malam itu seperti infrastruktur, energi, swasembada pangan, sumber daya alam dan lingkungan, kata Anggalia, bisa dibahas dalam kerangka strategi menghadapi perubahan iklim.
Kandidat petahana Joko Widodo, menurut Anggalia, memaparkan sejumlah kebijakan dan program terkait kelima tema, namun kurang mengelaborasi persoalan dan solusi mendasar, yaitu tata kelola.
Sedang kandidat nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto, kata Anggalia, menekankan sejumlah konsep seperti kemandirian, swasembada pangan dan kepemilikan nasional versus asing terkait semua tema, namun tak memaparkan langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut.
Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pemilihan presiden pada April 2019.
Dalam pilpres kali ini, ada 2 pasang kandidat yang akan berkontestasi, yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.