Muhammad Nazarudin Latief
25 Mei 2018•Update: 26 Mei 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Balai Penyelidikan dan Penebangan Tekknologi Kebencanaan Geologi, Jumat, menyatakan letupan Gunung Merapi telah memasuki tahap baru yaitu erupsi yang bersifat magmatik.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan pihaknya telah menganalisis sampel muntahan material letusan pada 11 dan 21 Mei lalu. Hasilnya, sampel letusan 21 Mei terdiri atas komponen magmatik dan lebih bersifat asam.
"Hal ini mengindikasikan bahwa itu adalah material baru yang berasal dari dalam gunung, bukan material lama dari kawah atau permukaan," ujar Hanik dalam keterangan resminya yang diterima Anadolu Agency, Jumat.
Letusan magmatik berarti letusan yang didorong oleh pergerakan magma di dalam bumi yang mencari tempat untuk keluar. Letusan ini akan mengeluarkan material dari dalam bumi.
Menurut Hanik, karena karakter magma yang mudah melepas gas vulkanik, maka magma tidak membangun tekanan internal sehingga tidak terdeteksi adanya gejala deformasi (perubahan bentuk gunung) dan kegempaan.
Sebelumnya letusan Gunung Merapi pada 11 Mei disebut sebagai letusan freatik. Letusan ini terjadi karenauap bertekanan tinggi dari magma mendorong keluar dan mengeluarkan material di permukaan.
“Ada ancaman lontaran pasir, kerikil dan batu apabila terjadi letusan,” ujar dia.
Sementara kode Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) gunung ini masih orange. Artinya wilayah sekitar gunung ini berbahaya bagi penerbangan.
Sebelumnya, kode merah pernah diberlakukan, yang artinya wilayah gunung ini tidak boleh dilalui pesawat.
Gunung Merapi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terakhir meletus pada Oktober 2010. Saat itu korban tewas mencapai 353 orang, sebagian besar terkena awan panas, material vulkanik yang khas dari gunung ini.
Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Badan Geologi, Kementerian ESDM Agus Budiyanto mengatakan, Gunung Merapi salah satu gunung yang diwaspadai akan membahayakan kegiatan mudik dan balik Lebaran 2018.
Selain Gunung Merapi, pemerintah mewaspadai Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Dukono di Maluku yang terus menerus meletus.