07 Agustus 2017•Update: 09 Agustus 2017
Burcu Arik
ISTANBUL
Menteri Luar Negeri (Menlu) Mevlut Cavusoglu menemui Menlu Rusia Sergei Lavrov di ibukota Filipina, Manila, dalam Forum Regional ASEAN (ARF).
Cavusoglu mengatakan kepada pers bahwa mereka telah mendiskusikan soal Astana, konflik Suriah yang masih berlangsung, perjalanan bebas visa bagi warga Turki yang bepergian ke Rusia, dan hubungan ekonomi, khususnya ekspor tomat Turki.
“Diskusi tersebut berjalan dengan baik,” kata Cavusoglu, yang juga akan menemui Sekretaris Negara Amerika Serikat Rex Tillerson, Minggu, dalam forum.
Ia menambahkan, Turki masih tertarik untuk membangun hubungan ekonomi dan diplomatik yang lebih erat dengan negara-negara ASEAN.
“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan hubungan dengan ASEAN. Baru-baru ini, kami telah menunjuk duta besar untuk Laos. Saat ini, kami punya misi di setiap negara ASEAN,” jelasnya.
ASEAN didirikan pada 1967, terdiri dari 10 negara: Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Cavusoglu juga mengisyaratkan bahwa Turki akan segera menjadi mitra dialog sektoral ASEAN. “Kami mengajukan kemitraan dialog sektoral dengan ASEAN pada 2015, dan kami telah mengupayakan untuk realisasinya. Kami juga telah mengajukan rencana pada 2016. Keputusannya akan diumumkan besok,”
Meskipun bukan anggota blok, Turki telah membangun hubungan dengan ASEAN pada 1999 dan menghadiri forum pertamanya pada 2013; Turki telah mengajukan permohonan kemitraan dengan ASEAN.
Turki telah menyepakati perjanjian kerja sama pada 2010. Selain itu, menlu-menlu Turki telah berpartisipasi sebagai tamu dalam forum-forum ASEAN; Cavusoglu juga menghadiri forum pada Agustus 2015.
Tahun sebelumnya, perdagangan Turki dengan negara-negara ASEAN melampaui angka USD 8,5 miliar, yang meningkat 4 kali lipat selama 10 tahun.