Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyatakan longsor menimbun lima unit rumah dan menewaskan tiga orang di Salalejo Timur, Kecamatan Maponggo, Kabupaten Negeko, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Minggu malam hingga Senin pagi sehingga mengakibatkan longsor.
“Korban jiwa meninggal dunia akibat tertimbun longsor,” ujar Sutopo, Senin malam, dalam keterangannya.
Sutopo mengatakan korban jiwa itu bernama Pulus Loi, 70 tahun, Paulina Makmuku, 45 taun dan Damanus Labo, 25 tahun.
Longsor juga mengakibatkan 5 keluarga harus mengungsi, tambah Sutopo.
Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, lanjut Sutopo, telah mengevakuasi korban dan memberikan bantuan kebutuhan dasar.
Sutopo mengatakan longsor juga terjadi di Desa Sukamulya Mohili, Kecamatan Gomo, Nias Selatan, Sumatera Utara pada Sabtu lalu.
Hingga kini, menurut Sutopo, tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban.
Dari tujuh orang yang tertimbun longsor, lanjut Sutopo, BPBD setempat baru berhasil mengevakuasi satu orang dalam kondisi meninggal dunia.
“Sedang enam orang lainnya diduga masih tertimbun longsor,” ujar Sutopo.
Kendalanya, lanjut Sutopo, jalanan berlumpur, penuh bebatuan dan bergelombang sehingga petugas sulit untuk mengakses ke lokasi kejadian.
Sutopo menjelaskan jika bencana longsor terus mengancam seiring meningkatnya curah hujan.
Pada 2015-2017, lanjut Sutopo, longsor menjadi bencana yang paling mematikan. Jutaan masyarakat terpapar bahaya longsor dengan kemampuan mitigasi yang minim.
“Hujan akan terus meningkat, bahaya longsor juga meningkat,” jelas Sutopo.