İqbal Musyaffa
12 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Setiap aksi penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal asing ternyata diikuti kejahatan lain, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Yang terbaru adalah aksi penyelundupan sabu lebih dari 1 ton dengan menggunakan kapal ikan asing asal Taiwan berbendera Singapura bernama Sunrise Glory.
“Itulah kenapa illegal dan unregulated fishing kita perangi karena juga ditumpangi kejahatan lain,” tegas Menteri Susi di Jakarta, Senin.
Menurut Menteri Susi, kapal asing yang mencuri ikan tidak hanya membawa pulang ikan.
“Mereka juga menyelundupkan narkoba, senjata, penjualan manusia, dan hewan langka dari Indonesia,” ungkap Menteri Susi.
Hal itu menyebabkan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 44 tahun 2016 yang melarang kapal ikan asing beroperasi dan menangkap ikan di Indonesia.
“Dulu kapal ikan asal Taiwan lebih dari ribuan kali keluar masuk perairan Indonesia. Kapal ini (Sunrise Glory) saja masuk pakai surat izin penangkapan ikan palsu,” ujar Menteri Susi.
Kapal ikan hanya kamuflase
Hal senada juga diakui oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman. Dia mengatakan, kapal asing penyelundup sabu tersebut sangat lihai dalam operasionalnya.
“Kapal itu menggunakan jalur pelayaran internasional jadi seolah-olah adalah kapal nelayan dari Laut Cina Selatan yang bergerak menuju Samudera Hindia. Dan itu sebenarnya diperbolehkan,” ungkap Taufiq.
Namun karena gerak-gerik kapal tersebut mencurigakan, TNI AL turun tangan dan terbukti dari dalam kapal tersebut terdapat lebih dari satu ton sabu.
“Kapal ikan hanya untuk kamuflase. Aneh karena tidak ada bau ikan sama sekali di kapal itu,” tambah dia.
Taufiq juga mengungkap bahwa TNI AL menemukan kapal lainnya pada hari ini dan sedang dalam pemeriksaan. Kemungkinan jumlah sabu selundupan yang diamankan akan bertambah.
“Kita masih lakukan penyisiran. Karena juga ada info 1,3 ton sabut sudah diturunkan di Australia,” imbuh dia.
Kapal Sunrise Glory menurut Taufiq merupakan kapal yang sudah lama menjadi buronan BNN sejak Desember tahun lalu. Kapal itu sebelumnya bernama Sundaman 66.