Chandni
08 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Behcet Alkan
NEVSEHIR, Turki
Jumlah turis yang mengunjungi Cappadocia di Turki naik 48 persen pada 2017, menurut Direktorat Budaya dan Turisme provinsi Nevsehir.
Cappadocia sudah lama menjadi tujuan favorit turis karena pemadangannya yang unik. Kota itu dikenal dengan pemukiman bersejarah di bawah tanah dan rumah-rumah yang dibuat dari bebatuan, serta keajaiban alam "cerobong peri".
Pengunjung akan diajak menikmati bentangan kota itu melalui eksplorasi dengan balon udara.
Jumlah turis yang mengunjungi museum dan situs-situs bersejarah di Cappadocia meningkat lebih dari dua juga orang pada 2017 bila dibandingkan dengan figur tahun sebelumnya, menurut data lembaga pariwisata.
Agustus merupakan bulan yang paling ramai di Cappadocia pada 2017, dengan lebih dari 320.000 kunjungan.
Selain itu, terungkap pula pengunjung paling menikmati atraksi Goreme Open Air Museum, kemudian Haci Bektas Veli Museum, Kaymakli Underground City, Derinkuyu Underground City dan situs Zelve Archeological Site.
Sering dikunjungi turis Rusia
2017 merupakan tahun dimana turisme Cappadocia berangsur pulih, kata Cengiz Ekici dari lembaga Budaya dan Turisme Nevsehir kepada Anadolu Agency.
Dia mengatakan wilayah itu juga mulai menarik perhatian turis Rusia. Bahkan pengunjung dari Rusia termasuk dalam sepuluh negara yang paling banyak mengirim turis ke lokasi tersebut.
"Cappadocia merupakan kawasan yang banyak memiliki aktivitas selain nilai sejarah, budaya dan alam yang kuat," jelas Ekici. "Kami menerima banyak pengunjung dari seluruh dunia namun Rusia menjadi sebuah kejutan pada 2017."
Ekici juga berharap 2018 akan menjadi tahun yang lebih baik untuk bidang pariwisata dan siap menyambut lebih banyak turis dari Tiongkok.
"Kami memiliki proyek untuk membangun jalan bernama 'CappadoChina' untuk menarik perhatian turis dari sana," terangnya.