Pizaro Gozali İdrus
23 Maret 2018•Update: 23 Maret 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menghadiri debat terbuka Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat pada 28 Maret.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir, debat terbuka tersebut akan mengusung tema “Collective Action to Improve UN Peacekeeping operation”.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan efesiensi operasi pemeliharaan perdamaian dan keamanan di PBB.
"Sesi debat terbuka itu rencananya akan dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte karena ini Presiden DK PBB berasal dari Belanda,” jelas pria yang akrab disapa Tata ini.
Tata menegaskan Indonesia kini masuk 10 negara besar penyumbang pasukan perdamaian di PBB.
Oleh karena itu, kata Tata, Indonesia akan berbagi pengalaman mengenai pasukan perdamaian.
Apalagi Menteri Retno baru saja berkunjung ke Lebanon untuk berdialog dengan pasukan perdamaian Indonesia.
“Menlu Retno akan memberikan perspektif Indonesia untuk meningkatkan misi menjaga perdamaian PBB," imbuh Arrmanatha.
Selama di New York, Menteri Retno juga akan bertemu dengan Duta Besar dan menteri-menteri dari negara-negara anggota PBB.
Seperti diketahui, Indonesia terus meningkatkan diplomasi untuk mendapatkan status Anggota Tidak Tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.
Menteri Retno menegaskan Indonesia layak menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB karena telah berkontribusi besar dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.
“Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 125 negara penyumbang pasukan perdamaian,” jelas Menteri Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan di Jakarta, Januari lalu.