Muhammad Nazarudin Latief
03 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) Indonesia Juli turun karena melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan menguatnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan tarif tarif biodiesel ditetapkan Rp7.949 per liter atau turun tipis Rp191 dari Juni 2018 lalu yaitu Rp 8.140/liter.
“Harga tersebut masih belum termasuk dengan perhitungan ongkos angkut,” ujar Agung dalam siaran persnya, Selasa.
Menurut Agung, HIP biodiesel ditopang harga rata-rata CPO sepanjang 25 Mei 2018 hingga 24 Juni. Yaitu sebesar Rp7.740 per kilo gram (kg), harga ini lebih rendah pada periode sebelumnya, yaitu Rp 7.954 per kg.
Penurunan harga terjadi pula pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp9.900 per liter selama lima bulan terakhir sempat mengalami kenaikan dari Rp10.059 (Februari), Rp 10.083 (Maret), Rp 10.140 (April), Rp 10.147 (Mei), dan Rp 10.210 (Juni).
Menurut Agung, penurunan harga ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Agustus 2018 - 24 Juni 2018. Yaitu sebesar Rp1.533 per kilo.
“HIP BBN ini ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali,” ujar dia.