Rıskı Ramadhan
27 November 2017•Update: 28 November 2017
Tezcan Ekizler
IZMIR
Su Urganci, guru musik yang juga pembalap motor profesional di Turki, ingin sukses di tingkat dunia dengan dukungan murid-muridnya.
Urganci lahir di kota Manisa Turki. Ketertarikannya terhadap sepeda motor telah muncul sejak dini.
Saat berusia 10 tahun, Urganci mendapat hadiah motor dari sang ayah. Urganci mendaftarkan diri ke klub latihan motor sport saat duduk di bangku SMA.
Olahraga motor yang dimulainya sebagai hobi berkembang menjadi karir profesional.
Meski mendapatkan tentangan dari keluarga, Urganci tetap mengembangkan bakatnya dan meraih juara satu pertamanya dalam kejuaran Motodrag kategori 1000-1.300 cc di Konya saat 17 tahun.
Urganci, yang dalam waktu singkat mulai dikenal karena prestasinya di sirkuit, mempelopori balapan wanita di Kejuaraan Track Sepeda Motor Turki kategori 600 cc pada tahun 2013.
Pada tahun 2014, Urganci berhasil menjuarai Kejuaraan Track Sepeda Motor Turki kategori wanita 600 cc. Atas capaiannya, dia berhak bertanding di level Eropa.
Setelah sarjana, Urgancı mulai menjadi guru musik di kota Izmir, Turki. Sehari-hari, dia mengajar menggunakan 15 instrumen, termasuk gitar dan piano, kepada siswa-siswanya di sekolah.
Namun, saat akhir pekan Urganci berjibaku dalam lintasan balap.
Kepada Anadolu Agency, Halide Su Urganci mengaku kehidupannya mulai berubah usai sukses dalam dunia motor sport. Namun, ia mengaku tak bisa melepaskan profesinya sebagai guru.
“Keduanya sudah menjadi passion dan tidak bisa terpisahkan. Musik melambangkan sisi sopan dan naif saya, sedangkan motor melambangkan karakter agresif dan ambisi saya,” kata dia.
Urganci mengatakan bahwa pendukung terbesar bagi dia adalah para siswanya.
Torehan piala dari berbagai kejuaraan dipajang di kelas musik Urganci dan menjadi motivasi bagi siswanya untuk sukses di berbagai bidang olahraga.
Para siswanya di sekolah memanggil Urganci dengan sebutan “Guru juara”. “Terkadang mereka datang menyaksikan balapan saya,” ungkap Urganci.
Meski bermimpi sukses dalam balap motor di tingkat dunia, Urganci tidak berpikir berhenti menjadi guru.
Sementara itu, salah satu siswa Urganci, Aysegul Bazlak mengatakan dia dan teman-temannya selalu penasaran menunggu guru mereka balapan.
“Di mata kami, dia adalah juara, karena dia saya mulai tertarik terhadap olahraga motor. Saya ingin menjadi atlit,” kata Aysegul.
Ketua dewan direksi sekolah, Umit Ulku, yang juga seorang pembalap mobil, mengatakan sekolah mendukung kegiatan Urganci.