Erric Permana
12 Oktober 2017•Update: 12 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kamis dini hari tadi Gunung Sinabung kembali meletus. Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik 2.000 meter yang diikuti awan panas guguran, dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah Selatan dan 2.000 meter ke arah Timur - Tenggara. Lama gempa erupsi mencapai 366 detik.
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tidak ada korban jiwa dan penambahan jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung. Sebab, masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung.
"Karena sejak ditetapkan berstatus Awas pada 2015 lalu hampir setiap hari terjadi letusan," ujar Sutopo melalui rilis yang diterima Anadolu Agency.
Sutopo menambahkan desa-desa yang masuk dalam zona merah sudah tidak ditempati. Ribuan jiwa masyarakat juga sudah mengungsi. Bahkan sebagian sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Kata Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tetap tinggi. PVMB pun tidak bisa memprediksi kapan letusan tersebut akan berakhir.
"PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif," kata dia.
Dia juga mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km sektor Selatan - Tenggara, dalam jarak 6 km sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 km sektor Utara-Timur Gunung Sinabung.
Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap ancaman bahaya lahar hujan.