Hayati Nupus
03 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Sinabung, Sumatera Utara, telah mengalami enam kali erupsi setinggi 1500-2500 meter ke arah timur-tenggara sejak Selasa hingga Rabu pagi.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan terjadi 38 kali gempa selama 24 jam, dan guguran abu meluncur ke arah timur-tenggara sepanjang 1000-2000 meter.
“Secara visual gunung setinggi 2460 mdpl ini tertutup kabut sejak kemarin, sedang angin bertiup sedang ke arah barat, selatan dan timur,” ujar Kasbani pada Rabu kepada Anadolu Agency.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak dan 7 kilometer sektoral ke selatan-tenggara.
Selain itu, kata Kasbani, masyarakat yang bermukim di hilir sekitar daerah Sungai Laborus perlu waspada terhadap potensi banjir bandang dari bendungan di sungai yang terbentuk karena penumpukan endapan awan panas itu.
“Bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol kalau tidak kuat menahan volume air, berpotensi mengakibatkan banjir bandang,” kata Kasbani.
Gunung Sinabung berstatus Awas sejak 2 Juni 2015. Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, terdapat dua yang berstatus Awas, yaitu Sinabung dan Gunung Agung.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebelumnya Gunung Sinabung tak pernah meletus selama 1.200 tahun.
Sinabung, kata Sutopo, tiba-tiba meletus freatik pada 2010-2011. Letusan sempat terhenti hingga meletus kembali pada 2013 hingga sekarang.