12 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Elena Teslova dan Ali Cura
MOSCOW
Duta besar baru Rusia untuk Turki Alexei Yerkhov memuji Turki sebagai bangsa yang ramah, bersahabat, dan terhormat.
Yerkhov ditunjuk untuk menggantikan Andrey Karlov menyusul pembunuhan Karlov di Ankara pada Desember lalu. Karlov tengah menyampaikan pidato pembukaan galeri seni sebelum kemudian seorang penyerang bersenjata menembaknya beberapa kali.
“Turki adalah negara yang sempurna. Orang-orang Turki sangat baik, ramah, bersahabat, membanggakan, dan terhormat,” kata Yerkhov kepada pers di Moskow.
Terkait hubungan dua negara, ia mengatakan Turki akan selalu punya peranan penting bagi kebijakan luar negeri Rusia, terutama dalam penyelesaian krisis Suriah.
“Kami akan terus melakukan perundingan bilateral untuk membahas zona konflik, gencatan senjata, dan isu lainnya,” tambah Yerkhov.
Meskipun hubungan Turki dan Rusia sempat memanas, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan penembakan tersebut sebagai “provokasi” yang dirancang untuk merusak hubungan kedua negara.
Menurut PBB, sejak perang sipil di Suriah meletus pada Maret 2011, lebih dari 250.000 jiwa terbunuh. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah bahkan mencatat jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 470.000.