Meskipun tidak disiksa secara fisik, tetapi pada sepuluh hari pertama masa tahanan mereka tidak diberi makan
12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Regional
Surya Fachrizal Aprianus
JAKARTA
Mahasiswa Indonesia yang ditahan di Mesir mengaku ditahan dalam sel berukuran 2x2 meter persegi bersama 12 mahasiswa lainnya. Demikian diceritakan Rifa'i Mujahidin al-Haq kepada Anadolu Agency, Selasa (12/7).
"Karena sempit, kami bergiliran. Empat jam berdiri, empat jam duduk, dan empat jam tidur," kata Rifa'i menuturkan.
Kata Rifa'i, di sel tersebut ada empat mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Indonesia dan sisanya mahasiswa Al-Azhar dari Rusia, Yaman, dan Turkistan (wilayah Xinjiang yang menuntut kemerdekaan dari China).
Kata Rifa'i, meskipun tidak disiksa secara fisik, tetapi pada sepuluh hari pertama masa tahanan mereka tidak diberi makan. "Terpaksa teman-teman asli Mesir yang mengantar makanan ke Polres Samanud tempat kami ditahan," kata Rifai.
Rifai ditahan oleh polisi Mesir saat berbelanja di pasar Samannud, Mesir, bersama istrinya pada 5 Juli 2017. Polisi mengatakan hanya akan memeriksa Rifai selama 30 menit, tetapi Rifai harus mendekam di tahanan Polres Samanud selama 32 hari.
Pada awal Juli 2017 polisi Mesir menahan empat Mahasiswa Indonesia tanpa alasan yang jelas. Mereka ditahan di Polres Kota Samannud, Provinsi Dimyat, Mesir.
Keempat mahasiswa tersebut sudah kembali ke Indonesia pada Minggu (9/7). Selain empat Mahasiswa Indonesia, aparat Mesir juga menahan banyak mahasiswa dan pelajar asing tanpa alasan yang jelas.