11 Juni 2018•Update: 12 Juni 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
DPR meminta Indonesia lebih lantang dalam membela isu Palestina dan Rohingya dengan terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.
“Terpilihnya Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak berbagai bangsa yang masih mengalami penindasan seperti Palestina dan Etnis Rohingya,” ujar Anggota DPR RI Sukamta di Jakarta, Senin.
Sukamta menegaskan di tengah anggaran Kemlu yang terbatas, terpilihnya Indonesia menunjukkan kemampuan melakukan lobi sekaligus wujud kepercayaan berbagai negara atas peran diplomasi Indonesia selama ini.
Sukamta menyebutkan prioritas pertama pemerintah saat menjadi anggota tidak tetap adalah upaya Kemerdekaan Palestina dan polemik posisi Yerusalem yang diklaim AS sebagai ibu kota Isarel.
Kedua, persoalan Etnis Rohingya untuk mendapatkan hak sebagai warga negara. Dan, ketiga, upaya penanganan terorisme.
Menurut Sukamta, posisi anggota tidak tetap DK PBB tidak perlu menjadi pro kontra. Meski posisinya tidak sekuat anggota tetap, tetapi ini akan sangat membantu dalam mempercepat upaya diplomasi yang selama ini dilakukan.
"Tuntutannya tentu jadi lebih besar, masyarakat pasti mengharapkan Indonesia punya peran lebih kuat dalam mewujudkan perdamaian,” ujar Sukamta.
Sukamta mengatakan peran yang lebih kuat dalam diplomasi internasional ini tentu membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
“Ini perlu jadi perhatian pemerintah," ujar Sukamta.