Rıskı Ramadhan
04 April 2018•Update: 04 April 2018
Mohamad Misto, Levent Tok, Selen Temizer
MANBIJ, Suriah/ANKARA, Turki
Amerika Serikat (AS) sedang membangun dua pangkalan baru di kawasan Manbij di utara Suriah, yang saat ini diduduki oleh teroris YPG/PKK, menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency pada Selasa.
AS memperluas sebuah titik pengamatan di desa Dadat, Manbij utara, untuk membangun pangkalan, menurut informasi dari sumber terpercaya di Manbij.
Pasukan AS telah mendatangkan banyak material bangunan dan alat berat ke wilayah tersebut
Pangkalan itu berjarak delapan kilometer dari Sungai Sajur, yang memisahkan garis depan antara Jarabulus yang merupakan daerah Perisai Eufrat, dan Manbij, wilayah yang diduduki YPG/PKK
Satu pangkalan lainnya dibangun di lokasi yang berjarak empat kilometer dari garis depan, selatan Dadat.
Kelompok-kelompok yang didukung AS tinggal di sebuah peternakan bernama "Nuaymiyah" dan terlibat dalam perencanaan dan pembangunan pangkalan tersebut.
AS kirim pasukan tambahan ke Manbij
Pada Minggu, AS mengirim pasukan tambahan ke Manbij utara, di tengah kemungkinan operasi kontra-teror yang dipimpin Turki di wilayah tersebut.
Sekitar 300 tentara AS tiba di Manbij dalam sebuah konvoi yang mencakup sejumlah kendaraan lapis baja.
Pasukan tambahan telah mulai berpatroli di sekitar Sungai Sajur setiap hari.
Sebelumnya, patroli dilakukan setiap minggu.
Saat ini, ada tiga titik pengamatan AS di sekitar perbatasan zona Perisai Eufrat yang dikuasai oposisi.
Kelompok teror YPG/PKK menduduki distrik Manbij di provinsi Aleppo pada Agustus 2016 dengan dukungan AS.
Turki pada 20 Januari meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi kelompok-kelompok teroris dari daerah Afrin di barat laut Suriah, di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan kota Afrin, yang merupakan tempat persembunyian utama organisasi teroris PYD/PKK sejak 2012.
Kemungkinan operasi di Manbij
Ankara menyatakan dapat memperluas operasi ke Manbij, kecuali kelompok teroris PYD/PKK meninggalkan daerah itu.
Dukungan militer yang diberikan AS kepada kelompok teroris PYD/PKK di Manbij telah meregangkan hubungan Ankara dan Washington serta menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya bentrok antara pasukan dua sekutu NATO.
Ada sekitar 2.000 pasukan AS di kota tersebut.
Turki dan AS telah membentuk kelompok kerja untuk membahas stabilisasi Manbij dan mencegah perselisihan yang tidak diinginkan.
Namun, pemberhentian mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang berpartisipasi membentuk kelompok kerja membuat masa depan Manbij tidak pasti.
AS telah mendukung YPG/PKK yang menggunakan nama SDF, yang dianggap Ankara sebagai cabang Suriah dari organisasi teror PKK.
PKK telah meluncurkan kampanye teror melawan Turki selama 33 tahun, dan merenggut puluhan ribu jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.