Muhammad Abdullah Azzam
06 Juni 2018•Update: 06 Juni 2018
Emel Öz Gözellik
ANKARA
Sebanyak 36 orang tewas dalam bentrokan dan serangan di Jammu Kashmir, India selama tiga minggu terakhir ini.
Harian “The Economic Times” melaporkan bahwa 16 pemberontak, 10 warga sipil, dan 10 tentara tewas dalam bebagai bentrokan dan serangan selama 20 hari terakhir di daerah Jammu Kashmir.
Selain itu, sebanyak 15 serangan bom tangan juga terjadi dan melukai setidaknya 40 orang.
Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas ditempati Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan dalam beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil wilayah Kashmir juga dipegang oleh Tiongkok.
Kedua negara telah tiga kali berperang - pada tahun 1948, 1965 dan 1971 - sejak mereka dipartisi pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Begitupun di gletser Siachen, Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan telah berperang beberapa kali sejak tahun 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada tahun 2003 lalu.
Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan kekuasaan India untuk kemerdekaan atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.
Dari peperangan tersebut, beberapa organisasi hak asasi manusia, mengatakan ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik sejak tahun 1989 silam.