Dandy Koswaraputra
08 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Erric Permana
JAKARTA
Sebanyak 220 prajurit TNI yang selama ini tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditugaskan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Dengan menggunakan KRI Teluk Lampung-540 dan KRI Teluk Cirebon-543 pengiriman pasukan menuju Pelabuhan Makassar dari Dermaga Lembar, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat pada Senin.
Menurut Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Lombok Mayjen TNI Madsuni, pengiriman pasukan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala untuk membantu percepatan proses pembersihan dampak dari bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Selain pasukan dan perlengkapannya, Madsuni juga mengatakan bantuan pakaian layak pakai dan 50 buah tandon air kapasitas tampung 500 kg juga dikirimkan.
“Khusus untuk bantuan pakaian layak pakai dan tandon air yang masih ada digudang, kami alihkan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala yang lebih membutuhkan,” jelas dia pada Senin.
Pergeseran pasukan ke Kota Palu dan Kabupaten Donggala rombongan pertama yaitu KRI Teluk Lampung-540 dan rombongan ke dua KRI Teluk Cirebon-543. Adapun prajurit TNI yang dialihtugaskan, terdiri dari 200 personel Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG), 13 personel Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka (Yonzikon 13/KE), lima personel Korps Zeni Pasukan Marinir-1 dan dua personel Batalyon Pembekalan dan Angkutan (Yonbekang) 1/Tri Bhakti Yudha Kostrad.
Sedangkan alat berat yang dibawa, antara lain 1 unit dozer D 65 25 ton, 1 dozer D 53, 1 exavator Pc 200, 1 exavator Pc 130, 2 truk NPS, 1 mobil Triton, 1 truk tangki pengangkut air dan 4 motor KLX dinas.