Ekonomi

Rupiah menguat 97 poin dalam penutupan akhir pekan

Saat ini pasar terus mengamati dan mencermati rancangan perombakan undang-undang Bank Indonesia yang sedang digodok oleh Badan Anggaran DPR RI yang terus mewarnai sentimen positif terhadap pasar domestik

Iqbal Musyaffa   | 18.09.2020
Rupiah menguat 97 poin dalam penutupan akhir pekan Uang rupiah pecahan seratus ribu ( Foto file - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini rupiah ditutup menguat 97 poin di level Rp14.735 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp14.832.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan perkiraan nilai tukar dalam perdagangan minggu depan pada hari Senin masih akan kembali menguat antara 10-50 poin di level Rp14.700-14.780 per dolar AS.

Di samping itu, perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau di akhir pekan ini karena menguat 0,41 persen ke level 5.059,22 dengan nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,66 triliun, sementara asing masih keluar dengan net sell Rp1 triliun.

Ibrahim mengatakan pergerakan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang masih kurang begitu baik karena terkena dampak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini terus mengalami peningkatan.

“Bahkan Presiden menginstruksikan terhadap Menteri Luhut Panjaitan untuk mengatasi pandemi Covid-19 selama 2 minggu kedepan agar bisa dikendalikan karena akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi saat ini yang sedang tumbuh,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Jumat.

Dia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga masih terancam tumbuh minus 2 persen setelah pada kuartal kedua tumbuh minus 5,32 persen sehingga sudah pasti Indonesia akan memasuki fase resesi mengikuti jejak langkah negara-negara lainnya yang sudah terdampak resesi.

Guna untuk mengatasi ini semua, pemerintah akan melakukan perubahan-perubahan selama masa pandemi untuk merangsang kembali ekonomi menjadi lebih baik dengan melakukan perubahan-perubahan wewenang baik di Bank Indonesia maupun wewenang di OJK.

“Awalnya pasar merespon negatif terhadap rencana perubahan tersebut, namun setelah melihat draft perombakan undang-undang Bank Indonesia, pasar kembali positif,” kata dia.

Ibrahim menilai saat ini pasar terus mengamati dan mencermati rancangan perombakan undang-undang Bank Indonesia yang sedang digodok oleh Badan Anggaran DPR RI yang terus mewarnai sentimen positif terhadap pasar domestik.

Dia menjelaskan pasar terus mencerna dan menganalisa serta menaruh harapan, dan disebutkan dalam draft tersebut tentang perluasan tugas bank sentral untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui sinergi kebijakan moneter dengan pemerintah lewat dewan ekonomi makro yang diketuai Menteri Keuangan.

“Pasar meyakini wewenang ke depan bank sentral akan lebih luas, apalagi sebelumnya Bank Indonesia sudah berperan dalam pertumbuhan ekonomi,” imbuh Ibrahim.

Menurut dia, harus dilihat lagi seperti apa perluasan kewenangan yang direncanakan dalam RUU tersebut serta intervensi BI di pasar keuangan yang meningkat selama pandemi masih dinilai positif oleh pasar asalkan tidak berlanjut di masa normal.

Sementara itu, dari sisi eksternal data ketenagakerjaan di Amerika Serikat yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun lebih lambat dari yang diharapkan.

Di saat yang sama, data dari pasar perumahan menunjukkan penurunan setelah tiga bulan mengalami kenaikan yang sangat kuat.

“Jadi, sementara ekonomi AS pulih, rebound tampaknya melambat,” kata dia.

Sehingga hal ini mendorong Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga setidaknya akhir 2023 sambil juga meningkatkan perkiraan PDB 2020.

“Tetapi bank sentral juga meminta lebih banyak bantuan fiskal dari Kongres, yang tampaknya masih tidak mungkin,” imbuh Ibrahim.

Sementara itu, Bank of England (BOE) mengumumkan kebijakannya sendiri pada hari Kamis, menggantungkan kemungkinan suku bunga negatif karena bank sentral bersiap untuk kemungkinan pemerintah Inggris gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa di akhir tahun ini, serta untuk melawan meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Namun, Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengindikasikan bahwa kesepakatan perdagangan antara Eropa dengan Inggris masih memungkinkan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.