Iqbal Musyaffa
25 September 2020•Update: 25 September 2020
JAKARTA
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan ini menguat tipis 17 poin di level Rp14.872 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.899 per dolar AS.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan minggu depan rupiah diperkirakan masih akan menguat tipis antara 5-30 poin di level Rp14.850-14.900 per dolar AS.
Sementara itu, IHSG juga ditutup menguat 2,13 persen ke level 4.945,79 dengan nilai transaksi mencapai Rp7,09 triliun dan dana asing yang keluar sebesar Rp812,84 miliar.
Ibrahim mengatakan penguatan rupiah dan IHSG ini karena pasar menilai dampak penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta yang di perpanjang sampai bulan Oktober tidak terlalu besar pada perekonomian nasional.
“Namun karena DKI Jakarta berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan sekaligus ibu kota negara, maka sangat wajar kalau pasar lokal dan internasional selalu menyoroti,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Jumat.
Dia mengatakan dari 34 provinsi di Indonesia, saat ini hanya Jakarta yang menerapkan PSBB ketat, sehingga masih banyak daerah lain yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.
“Selain itu, perekonomian Indonesia sangat lincah dalam menghadapi krisis Covid-19 ini seperti munculnya berbagai macam variasi usaha makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebelumnya masih manual berubah menjadi online,” kata Ibrahim.
Meski demikian, dia mengatakan pemerintah akan terus memantau dampak dari penerapan PSBB yang kembali diberlakukan di Jakarta sejak 14 September hingga 11 Oktober 2020 ini terhadap perekonomian kuartal ketiga 2020 yang kemungkinan akan kembali terkontraksi sehingga Indonesia akan masuk masa resesi.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar masih meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan kembali bangkit walaupun akan mengalami resesi, sehingga arus modal asing kembali masuk yang terlihat dari menguatnya rupiah dan IHSG.
Sementara itu, dari sisi eksternal pasar sedikit tenang setelah ada harapan bahwa Kongres AS akan memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan untuk meloloskan langkah-langkah stimulus Covid-19 terbaru.
Ibrahim mengatakan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan paket stimulus virus korona senilai USD2,2 triliun yang akan didiskusikan minggu depan.
“Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dapat melanjutkan pembicaraan stimulus yang macet,” tambah dia.
Selain itu, beberapa investor tetap skeptis tentang apakah Kongres dapat mengatasi kebuntuan.
Penolakan Presiden AS Donald Trump untuk berkomitmen pada transfer kekuasaan secara damai jika dia gagal terpilih kembali dalam pemilihan presiden November mendatang, meningkatkan kemungkinan pemilihan yang disengketakan.
Sementara itu, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengklaim pengangguran selama seminggu terakhir meningkat menjadi 870.000, menunjukkan perlambatan dalam pemulihan ekonomi dan menyoroti kebutuhan mendesak Kongres untuk meloloskan langkah-langkah dukungan.
Kemudian, Ibrahim menambahkan Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan vaksin Covid-19 buatan China telah terbukti berhasil dalam uji klinis.
“Oleh karena itu, WHO akan memastikan vaksin dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia,” lanjut Ibrahim.