Shenny Fierdha Chumaira
09 April 2018•Update: 09 April 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Presiden Joko Widodo direncanakan akan meresmikan sepuluh toko ritel di lingkungan pesantren yang dinamakan "Ummart" pada Mei.
Ummart merupakan toko dan warung tradisional di lingkungan pesantren yang akan dikembangkan dalam bentuk perdagangan ritel dengan sistem modern.
Selain pesantren, pihak yang terlibat dalam Ummart ialah Kementerian Perdagangan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
"Dengan dasar itu, kami berbicara dengan HIPMI dan Aprindo dan akan melakukan peresmian pada Mei," ucap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam konferensi pers yang diadakan terkait Pesantrenpreneur di kantor Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin.
Namun, dia belum bisa memberikan tanggal pasti maupun tempat diadakannya peresmian tersebut.
Selain itu, Menteri Enggar menjelaskan bahwa pendirian Ummart dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pasar ritel modern dengan pasar tradisional dan warung yang berada di sekitar lingkungan pesantren.
Supaya warung dan pasar tradisional tidak semakin tertinggal dari ritel modern, maka ritel-ritel modern akan dilibatkan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan cara berdagang kepada para santri.
"Pendidikan itu akan disampaikan kepada pesantren dalam bentuk ekstrakurikuler atau bentuk lain. Ada ilmu yang tidak banyak diketahui orang dalam mengelola toko atau warung, seperti bagaimana menata benda dan rak serta pencahayaannya supaya bisa menggoda orang untuk membeli," jelas Menteri Enggar.
Dengan demikian, para santri diharapkan dapat belajar mengembangkan usahanya secara profesional dengan cara membuka toko atau warung miliknya sendiri.
Sementara itu, Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengungkapkan bahwa ritel modern akan membantu mengembangkan warung dan toko di pesantren melalui 3S.
"Tiga S terdiri dari sistem di mana kami akan mengajarkan sistem ritel modern, standard operating procedure atau SOP mulai dari barang diterima sampai dijual, dan servis atau standar pelayanan sehingga santri bisa menjalankan usahanya layaknya profesional," jelas Roy.
Ritel modern yang akan dilibatkan antara lain Alfamart, Indomaret, Superindo, Transmart.
Pemerintah menargetkan sepuluh pesantren di Jawa Timur untuk dijadikan proyek percontohan program Ummart.
Perbankan juga akan dilibatkan untuk memberikan kredit usaha.