Türkİye, Ekonomi

Penurunan CDS dan inflasi dorong minat asing pada aset lira Turkiye

Penurunan risiko kredit dan melandainya inflasi mendorong meningkatnya minat investor asing terhadap aset berdenominasi lira Turkiye

Ali Canberk Ozbugutu, Emir Yildirim, Muhammad Abdullah Azzam  | 20.01.2026 - Update : 20.01.2026
Penurunan CDS dan inflasi dorong minat asing pada aset lira Turkiye

ISTANBUL

Minat investor asing terhadap aset berdenominasi lira Turkiye meningkat seiring berlanjutnya proses disinflasi serta kebijakan ekonomi yang berhasil menurunkan risiko kredit negara tersebut, menurut para analis.

Meski perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan, Turkiye terus melanjutkan upaya disinflasi yang diperkirakan akan semakin menekan laju inflasi dalam periode mendatang. Pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak saat ini turut menopang proses tersebut, dengan dampak positif yang diperkirakan lebih terasa dalam jangka pendek.

Survei pasar bulanan Bank Sentral Turkiye menunjukkan 72 responden dari sektor riil dan keuangan kini memperkirakan inflasi akhir tahun akan sedikit melandai. Proyeksi Indeks Harga Konsumen direvisi turun menjadi 23,23 persen dari sebelumnya 23,35 persen.

Permintaan asing terhadap aset lira Turkiye juga meningkat seiring membaiknya posisi kawasan dan turunnya biaya pinjaman. Credit default swap (CDS) lima tahun Turkiye tercatat terus menurun sejak September tahun lalu dan mencapai 204,5 basis poin pada 5 Januari, level terendah sejak Mei 2018. Analis mencatat kenaikan terbatas sempat terjadi menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik regional.

Arus masuk investor asing di pasar obligasi dan saham tercatat kuat dalam beberapa pekan terakhir. Investor nonresiden, tidak termasuk cabang luar negeri bank-bank Turkiye, tercatat menjadi pembeli bersih selama 10 pekan berturut-turut.

Pada pekan yang berakhir 9 Januari, investor nonresiden membeli obligasi senilai 766 juta dolar AS dan saham sebesar 138,5 juta dolar AS. Jika termasuk cabang luar negeri bank Turkiye, pembelian investor asing di pasar surat utang pemerintah menjadi yang terbesar sejak pekan 15 Agustus 2025.

Seiring perkembangan tersebut, nilai kepemilikan saham oleh investor nonresiden meningkat menjadi 36,3 miliar dolar AS pada pekan 9 Januari 2026. Sementara itu, nilai surat utang pemerintah yang dikuasai investor asing naik dari 18,4 miliar dolar AS menjadi 19,2 miliar dolar AS.

Analis menilai kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa inflasi akan terus melambat, sehingga menopang tren positif di pasar obligasi dan memberikan ruang lebih besar bagi Bank Sentral Turkiye untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Imbal hasil obligasi acuan jatuh tempo 14 Juli 2027 yang diperdagangkan di Bursa Efek Istanbul tercatat melanjutkan tren penurunan sejak November 2025, turun ke level 35,98 persen, terendah dalam hampir 26 bulan.

Ekspektasi ekonom juga mengalami pergeseran. Survei Anadolu menjelang rapat Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Turkiye pada 22 Januari menunjukkan tiga dari 46 responden memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 100 basis poin, sementara 42 responden memproyeksikan penurunan sebesar 150 basis poin. Ekspektasi median mengarah pada penurunan 150 basis poin, yang akan membawa suku bunga kebijakan ke level 36,5 persen.

Di tingkat global, Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini, yang mendukung pasar saham di negara-negara maju. Analis menilai pasar negara berkembang berpotensi menarik permintaan yang lebih kuat karena menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi.

Mereka menambahkan reli di Bursa Efek Istanbul berpeluang berlanjut seiring pergeseran investor ke aset berisiko di tengah penurunan suku bunga domestik, serta meningkatnya minat terhadap aset lira Turkiye apabila lembaga pemeringkat kembali menaikkan peringkat atau prospek kredit negara tersebut.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın