Ekonomi, Nasional

Pemerintah gratiskan dan beri diskon tarif listrik selama wabah Covid-19

Berdasarkan catatan pemerintah pelanggan 450 VA ada sekitar 24 juta sementara pelanggan 900 VA mencapai 7 juta.

Erric Permana   | 31.03.2020
Pemerintah gratiskan dan beri diskon tarif listrik selama wabah Covid-19 Sejumlah fasilitas medis terlihat di rumah sakit darurat pasien virus korona (Covid-19) di Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Indonesia pada 23 maret 2020. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Indonesia mengratiskan dan memberi diskon tarif listrik selama wabah virus korona.

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan 450 VA dan memberi diskon sebesar 50 persen untuk pelanggan 900 VA .

Tarif listrik untuk dua pelanggan kategori tersebut akan mendapatkan kemudahan selama 3 bulan terhitung April 2020.

Menurut Presiden yang biasa disapa Jokowi itu ada sekitar 24 juta pelanggan 450 VA dan 7 juta pelanggan 900 VA. 

"Artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April Mei dan bulan Juni 2020," kata Jokowi pada Selasa.

Menurut Jokowi diskon tarif tersebut merupakan salah satu dari sejumlah jaring pengamanan sosial untuk masyarakat menyusul terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia.

Program jaring pengamanan sosial lainnya adalah menambah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari sebelumnya 9,2 juta menjadi 10 juta penerima manfaat.

Selain jumlah penerima manfaat, pemerintah juga menaikkan nilainya sebanyak 25 persen.

Misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp2,4 juta per tahun menjadi Rp3 juta per tahun. Sedangkan komponen anak usia dini menjadi Rp3 juta per tahun, komponen disabilitas menjadi Rp2,4 juta per tahun.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada April 2020.

Pemerintah juga akan menaikkan jumlah penerima kartu sembako, dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima.

Nilai sembako juga naik sebanyak 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan.

Untuk kartu pra-kerja, anggaran kartu pra kerja dinaikkan dari Rp10 Triliun Rupiah menjadi Rp20 triliun, dengan jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19.

Nilai manfaatnya adalah Rp650 ribu sampai Rp1 juta per bulan selama 4 bulan kedepan.

Selain itu untuk antisipasi kebutuhan pokok, pemerintah mencadangkan Rp25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.