Servet Gunerigok
16 Juni 2022•Update: 16 Juni 2022
WASHINGTON
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) "bekerja sama erat" dengan Turki untuk memfasilitasi ekspor produk biji-bijian dari Ukraina, kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric pada Rabu.
Dujarric mengatakan pada konferensi pers bahwa komentar yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu untuk mengeluarkan gandum dari Ukraina tanpa menjinakkan ranjau "sangat positif."
Ketika ditanya Anadolu Agency apakah PBB menetapkan koridor aman tanpa ranjau di dalam air di sekitar pelabuhan Ukraina di Laut Hitam, Dujarric mengatakan, "Saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami telah melakukan kontak yang sangat dekat, bekerja sama dengan otoritas Turki tentang masalah ini."
"Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) sangat berterima kasih atas kerja sama yang kami dapatkan dari Presiden (Recep Tayyip) Erdogan, Menteri Luar Negeri Cavusoglu dan militer Turki yang telah bekerja sangat konstruktif untuk menyelesaikan masalah ini," kata Dujarric.
Rusia pada Rabu pagi mengatakan bahwa pihaknya dapat menyediakan jalur yang aman untuk ekspor biji-bijian dari Ukraina tetapi tidak bertanggung jawab atas koridor tersebut dari ranjau Ukraina.
"Kami tidak bertanggung jawab untuk membangun koridor yang aman. Kami mengatakan bahwa kami dapat menyediakan jalur yang aman jika koridor ini sudah dibuat," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia kepada wartawan di markas besar PBB.
Pejabat Barat dan Rusia memperingatkan krisis pangan global karena perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia.
Rusia dan Ukraina, eksportir biji-bijian yang besar secara global, tahun lalu mereka memiliki pangsa sekitar 30 persen dari ekspor gandum dunia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap untuk menyediakan ekspor biji-bijian tanpa hambatan, termasuk ekspor biji-bijian Ukraina dari pelabuhan di Laut Hitam tetapi membutuhkan pencabutan sanksi yang relevan terhadap Rusia.