Megiza Soeharto Asmail
11 Desember 2018•Update: 12 Desember 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Orang Indonesia disebut sebagai konsumen yang gemar mencari banyak pilihan saat berbelanja online melalui smartphone alias telepon pintar.
Mereka yang membeli barang melalui aplikasi e-commerce terbilang menelusuri banyak informasi terlebih dulu sebelum memasukan pilihan mereka ke dalam keranjang belanja.
Dalam riset yang dilakukan oleh Google sepanjang tahun 2018, tab Pencarian (Search) di aplikasi jual-beli online membantu orang Indonesia membuat pilihan yang cerdas dalam pembelanjaan mereka.
“Mereka haus akan informasi tentang produk dan layanan, tapi mereka menginginkan jawaban yang instan,” tulis riset Google tentang prilaku konsumen online 2018.
Riset yang sama juga mengatakan, sebagian besar pebelanja melalui aplikasi menggunakan tab Penelusuran untuk membandingkan merek, mencari informasi mendetail tentang produk yang mereka incar, mencari harga terbaik, dan menginginkan pengalaman berbelanja tanpa terkendala.
Google mencatat, sebanyak 62 persen pengguna aplikasi belanja online juga mengandalkan tab Pencarian tiap kali berbelanja. Cara ini pun tampaknya berdampak langsung pada pengeluaran mereka.
Sebagai contoh, konsumen rumah tangga yang terhubung dengan internet di Indonesia tercatat berbelanja 1,5 x lebih banyak untuk produk kebutuhan sehari-hari atau Fast Moving Consumer Goods, dibanding jumlah rumah tangga yang tak menggunakan e-commerce untuk berbelanja.
Penggunaan tab Pencarian dengan menambahkan kata kunci ‘terdekat’ dan juga ‘pengiriman cepat’ juga tercatat meningkat.
Artinya, menurut Google, orang Indonesia semakin mengandalkan tab Pencarian untuk mendapat pilihan belanja yang tepat dan cepat.
Hasil unik lainnya tentang konsumen aplikasi e-commerce Indonesia adalah pencarian barang juga banyak dilakukan dengan membubuhkan kata ‘promo’.
Riset prilaku konsumen Indonesia versi Google tahun ini juga memastikan tren berbelanja non-tunai semakin bertumbuh.
Di saat bersamaan, solusi pembayaran juga semakin dipercepat oleh pemerintah, perbankan dan perusahaan e-commerce untuk mendukung transaksi digital.
Dalam risetnya, perekonomian digital Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga USD100 miliar pada tahun 2025 mendatang.
Pertumbuhan ekonomi digital ini nantinya, kata Google, akan semakin terdorong dari perkembangan e-commerce, pemesanan perjalanan via online dan juga transportasi online.
Untuk menghadapi situasi ini, Google menilai, kunci yang memungkinkan untuk menghadapi pertumbuhan ini adalah solusi pembayaran online dan e-money.
Produk-produk tersebut dianggap ideal untuk negara seperti Indonesia di mana kurang dari separuh penduduk merupakan bagian dari sistem keuangan resmi.
Saat ini, penggunaan alat-alat tersebut sudah meningkat dengan pertumbuhan pesat jumlah aplikasi e-money, bersama dengan jumlah pencarian tentang cara menggunakannya.
Riset Google kali ini mencatat pertumbuhan aplikasi keuangan digital meningkat hingga enam kali sejak 2010 silam. Begitupun dengan aplikasi e-money yang bertambah 1,5 kali lipat dibanding tahun lalu.
Dari riset yang sama juga ditemukan bahwa 46 persen pengguna internet di Indonesia mengakui Google Search sebagai platform andalan mereka untuk mendapatkan informasi tentang aplikasi e-money itu sendiri.
Pertanyaan paling umum yang dicari pengguna Google Search adalah tentang penyedia dan merek e-money, manfaat menggunakan e-money, cara mendaftar untuk aplikasi e-money, serta cara menambah saldo e-money