İqbal Musyaffa
01 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah penumpang angkutan udara baik domestik maupun internasional pada Mei 2019 masih anjlok.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penumpang pesawat terbang rute domestik pada Mei sebanyak 5,3 juta orang atau turun 7,10 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dia juga menjelaskan secara year on year jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Mei turun 27,74 persen dari 7,27 juta penumpang pada Mei tahun lalu.
Penurunan jumlah penumpang secara bulanan terjadi di seluruh bandara utama yang meliputi Bandara Ngurah Rai-Denpasar yang turun 20,57 persen, Kualanamu-Medan merosot 20,32 persen, Juanda-Surabaya anjlok 14,57 persen, Hasanuddin-Makassar sebesar turun 9,95 persen, dan Soekarno Hatta-Jakarta berkurang 9,06 persen.
“Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta, yaitu mencapai 1,3 juta orang atau 24,29 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 378,9 ribu orang atau 7,21 persen,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Suhariyanto mengungkapkan jumlah penumpang angkutan udara domestik periode Januari–Mei 2019 mencapai 29,4 juta orang atau turun 21,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 37,4 juta orang.
Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 7,2 juta orang atau 24,50 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 2,3 juta orang atau 7,94 persen.
Selanjutnya, dia menjelaskan tentang jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Mei 2019 yang berjumlah 1,44 juta orang atau turun 3,81 persen dibanding April 2019.
Bila dilihat secara year on year, jumlah penumpang angkutan udara rute internasional lebih baik dari periode yang sama tahun lalu dengan peningkatan 1,54 persen dari jumlah 1,41 juta penumpang.
Penurunan jumlah penumpang secara bulanan terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 40,30 persen, Juanda-Surabaya 15,85 persen, Kualanamu-Medan 11,62 persen, dan Soekarno Hatta-Jakarta 8,78 persen.
“Sedangkan kenaikan jumlah penumpang terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 6,22 persen,” imbuh Suhariyanto.
Dia menambahkan jumlah penumpang internasional terbesar berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta-Jakarta yang mencapai 579,6 ribu orang atau 40,39 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 572,2 ribu orang atau 39,87 persen.
Data BPS juga menyebutkan selama Januari-Mei 2019 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 7,4 juta orang atau naik 2,88 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 3,1 juta orang atau 42,23 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 2,7 juta orang atau 36,19 persen.