Jokowi, presiden yang bangun jalan tol paling panjang
Bila dihitung dari jarak semata, di bawah Jokowi berturut-turut Soeharto, SBY, Mega, Habibie, lalu Gus Dur
Jakarta
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, adalah pemerintahan paling agresif membangun infrastruktur jalan tol untuk menunjang akses masyarakat dan konektivitas antarwilayah.
“Pak Menteri PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono] paten. Tidak banyak omong, sudah jadi," sebut Menteri Luhut, Rabu.
Di bawah kepemimpinan Menteri Basuki, pemerintah berhasil membangun 568 kilometer (km) jalan tol dalam tiga tahun terakhir. Panjang jalan tol ini bahkan melebihi pencapaian Pemerintahan Presiden Soeharto selama 32 tahun berkuasa yang hanya berhasil membangun 490 km.
Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono membangun 212 km jalan yang dibangun selama 10 tahun, sementara era kepemimpinan Megawati Soekarnoputri hanya berhasil membangun jalan tol sepanjang 34 km, lebih panjang dari era Habibie yang membangun 7,2 km dan Gus Dur yang hanya bisa membangun 5,5 km.
Pembangunan fasilitas jalan tol, menurut Menteri Luhut, penting sebagai penghubung konektivitas Indonesia. Lebih penting lagi adalah, jalan tol ini tidak hanya dibangun di Pulau Jawa, yang selama ini kemajuan infrastrukturnya jauh meninggalkan wilayah lain, namun juga dibangun di Sumatra dan Kalimantan.
"Ini mendukung komitmen presiden untuk mengubah paradigma pembangunan dari Java-sentris jadi Indonesia-sentris," ujar dia.
Soal keseimbangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, menurut Menteri Luhut, menjadi perhatian penting pemerintah.
Selain jalan tol, pemerintah juga mendistribusikan proyek dan program strategis nasional ke wilayah-wilayah ini. Dalam tiga tahun ini, lanjut dia, sudah ada 245 proyek dan dua program dengan total investasi USD323,3 miliar.
“Pembangunan infrastruktur di luar Jawa dan program dana desa adalah alat pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
