Politik, Dunia, Ekonomi

Iran sebut Selat Hormuz terbuka, kapal masih ragu melintas

Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka tapi ancaman Amerika Serikat memperburuk ketegangan di kawasan Teluk

Serdar Dincel  | 22.03.2026 - Update : 23.03.2026
Iran sebut Selat Hormuz terbuka, kapal masih ragu melintas

ISTANBUL

Iran menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional, namun banyak kapal memilih menunda melintas karena kekhawatiran perusahaan asuransi terhadap eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu mengatakan bahwa jalur strategis tersebut tidak ditutup, tetapi ketakutan terhadap risiko perang membuat kapal enggan melintas.

“Selat Hormuz tidak ditutup. Kapal-kapal ragu karena perusahaan asuransi khawatir terhadap perang yang Anda mulai, bukan Iran,” ujar Araghchi melalui media sosial X.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan atau ancaman tambahan tidak akan memengaruhi sikap Iran. Menurutnya, kebebasan navigasi tidak dapat dipisahkan dari kebebasan perdagangan, dan keduanya harus dihormati.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak diblokade. Namun, Iran memperingatkan bahwa kapal yang berasal dari pihak yang dianggap agresor tidak akan diperlakukan sebagai pelayaran normal dan akan ditangani sesuai kerangka hukum konflik serta keputusan otoritas Iran.

Sejak awal Maret, Iran secara efektif membatasi akses Selat Hormuz—jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak per hari dan hampir 20 persen perdagangan gas alam cair global—bagi sebagian besar kapal.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan biaya pengiriman dan asuransi, serta memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran terhadap ekonomi global.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka jalur tersebut dalam waktu 48 jam.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın