İqbal Musyaffa
09 Mei 2019•Update: 09 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini terus tertekan sehingga harus mengakhiri perdagangan dengan terkoreksi 1,14 persen dan terpaksa harus meninggalkan zona 6.200 menuju 6.198,8 dan menjadi level terendah sejak awal Januari tahun ini.
Terkoreksinya IHSG masih tidak terlepas dari ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China sehingga para pelaku pasar masih menantikan ujung dari negosiasi tersebut.
Terlebih lagi, Presiden AS Donald Trump melalui twitternya mengatakan akan menaikkan tarif impor produk asal China dari 10 persen menjadi 25 persen.
Sebagai informasi, AS dan China akan kembali melakukan negosiasi dagang di Washington pada hari ini dan esok hari waktu setempat.
IHSG tidak babak belur sendirian, karena bursa saham utama di kawasan Asia juga mengalami nasib yang serupa.
Indeks Nikkei tercatat turun 0,93 persen, indeks Shanghai tertekan 1,48 persen, indeks Hang seng terkoreksi 2,39 persen, indeks Straits Times turun 0,51 persen, dan indeks Kospi tertekan sedalam 3,04 persen.
Para analis di dalam negeri juga memperkirakan IHSG akan terus berada di zona merah selama negosiasi dagang tersebut belum jelas ujungnya.
Pelaku pasar juga masih menantikan pengumuman hasil pemilu oleh KPU pada 22 Mei mendatang.