İqbal Musyaffa
15 Agustus 2019•Update: 16 Agustus 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Defisit perdagangan Indonesia pada periode Januari-Juli tahun ini mengecil bila dibandingkan dengan defisit pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit perdagangan dari Januari hingga Juli 2019 sebesar USD1,9 miliar.
Defisit tersebut terbentuk dari selisih nilai ekspor sebesar USD95,78 miliar sementara nilai impor lebih besar yakni USD97,68 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan defisit ini membaik dari tahun lalu dengan jumlah defisit mencapai USD3,21 miliar pada Januari-Juli.
Nilai ekspor selama tujuh bulan awal tahun lalu mencapai USD104,14 miliar sementara nilai impornya USD107,34 miliar.
“Indonesia masih menderita defisit perdagangan pada sektor migas,” jelas Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Defisit perdagangan sektor migas Indonesia pada Januari-Juli tahun ini sebesar USD4,92 miliar terdiri dari ekspor migas USD7,71 miliar dan impor migas USD12,64 miliar.
Pada perdagangan migas, Indonesia hanya mencatatkan surplus dari perdagangan gas sebesar USD4,15 miliar sementara perdagangan minyak mentah mengalami defisit USD2,14 miliar dan perdagangan hasil minyak juga defisit USD6,92 miliar.
Sementara perdagangan nonmigas Indonesia periode Januari-Juli mencatatkan surplus USD3,02 miliar terdiri dari ekspor USD88,07 miliar dan impor USD85,04 miliar.
Suhariyanto menjelaskan Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan terbesar dari tiga negara, antara lain Amerika Serikat, India, dan Belanda.
Surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat pada Januari-Juli tahun ini sebesar USD5,17miliar meningkat dari nilai surplus pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD4,71 miliar.
Kemudian surplus perdagangan dengan India sedikit berkurang dari USD4,76 miliar pada periode Januari-Juli tahun lalu menjadi USD4,24 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Selanjutnya, surplus perdagangan Indonesia dengan Belanda pada Januari-Juli tahun ini sebesar USD1,39 miliar, lebih sedikit dari surplus pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,52 miliar.
Sementara itu, pada periode Januari-Juli tahun ini Indonesia menderita defisit perdagangan terbesar dari China sebesar USD11,05 miliar.
Jumlah defisit dengan China pada tahun ini melonjak dari nilai defisit pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD10,33 miliar.
Selain dengan China, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dari Thailand pada Januari-Juli tahun ini sebsar USD2,21 miliar.
Jumlah defisit ini sedikit membaik dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD2,9 miliar.
Defisit perdagangan terbesar ketiga diderita Indonesia dari Australia sebesar USD1,48 miliar, sedikit membaik dari defisit pada tahun lalu yang sebesar USD1,6 miliar.