İqbal Musyaffa
03 September 2018•Update: 04 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah akan terus memastikan harga bahan makanan dan harga bergejolak tetap terkendali agar target inflasi tahun ini tetap terjaga.
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam data inflasi yang diluncurkan pada Senin di Jakarta, mengatakan bahwa meskipun pada Agustus Indonesia mengalami deflasi 0,05 persen
Deflasi pada Agustus menurut Kepala BPS Suhariyanto, disumbangkan oleh penurunan harga bahan makanan yang mengalami deflasi 1,1 persen dan memiliki andil 0,24 persen terhadap deflasi Agustus.
Komoditas bahan makanan penyumbang deflasi antara lain penurunan harga telur ayam di 62 kota dari 82 kota yang disurvei dan memiliki andil deflasi 0,06 persen. Selanjutnya adalah harga bawang merah yang turun di 75 kota dengan andil 0,05 persen.
Daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit juga memiliki andil terhadap deflasi 0,02 persen begitu pun sayur-sayuran dengan andil deflasi 0,01 persen
“Meskipun pada Agustus mengalami deflasi, namun kelompok bahan makanan secara year on year masih mengalami inflasi sebesar 4,9 persen,” jelas Suhariyanto.
Selain itu, komponen harga bergejolak pada Agustus menurut dia, mengalami deflasi 1,24 persen. Namun, komponen ini menurut BPS, secara year on year masih mengalami inflasi 4,97 persen.
Meski begitu, Suhariyanto menambahkan, masih ada peluang untuk kemungkinan kembali terjadi deflasi pada sisa tahun ini. Pada 2018 Indonesia baru sekali mengalami deflasi yakni pada Agustus.
Sementara itu, pada tahun lalu terjadi dua kali deflasi yakni pada bulan Maret dan Agustus. Di tahun 2016 bahkan deflasi terjadi tiga kali pada bulan Februari, April, dan Agustus.
“Tren di Agustus setiap tahunnya memang deflasi. Dan tidak tertutup kemungkinan kembali ada deflasi di bulan selanjutnya,” imbuh Suhariyanto.
Oleh karena itu, Suhariyanto mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga harga bahan makanan dan harga bergejolak serta berupaya menekannya agar target inflasi 3,5 plus minus 1 persen pada tahun ini bisa tercapai.
“Harga bahan makanan memang sangat berpengaruh pada inflasi. Kalau tidak terjaga, maka inflasi akan besar,” ungkap dia.