İqbal Musyaffa
03 September 2018•Update: 04 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Untuk pertama kalinya pada tahun ini Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,05 persen yang sebagian besar disebabkan oleh terkendalinya harga bahan makanan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan dengan deflasi yang terjadi pada bulan Agustus, maka inflasi berdasarkan tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 2,13 persen dan inflasi year on year sebesar 3,2 persen.
“Secara umum, deflasi ini menggembirakan dan masih di bawah target 3,5 plus minus 1 persen,” jelas Suhariyanto.
Dia menambahkan bahwa pada bulan Agustus memang selalu terjadi tren deflasi month to month. Pada tahun lalu juga terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dan pada Agustus 2016 deflasi sebesar 0,02 persen.
Suhariyanto menjelaskan bahan makanan mengalami deflasi terbesar dengan 1,1 persen dan memberikan andil deflasi 0,24 persen. Komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan harga menurut dia, adalah telur ayam ras dengan penurunan harga terjadi di 62 kota yang disurvei dari total 82 kota.
“Andil telur ayam ras terhadap deflasi sebesar 0,06 persen,” tambah dia.
Selanjutnya, pada bulan Agustus berdasarkan data BPS juga terjadi penurunan harga bawang merah di 75 kota yang disurvei sehingga memberikan andil 0,05 persen terhadap deflasi.
Harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit juga memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen serta sayur-sayuran memberikan andil 0,01 persen terhadap deflasi.
Kemudian, pada kelompok pengeluaran sandang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah emas sebesar 0,01 persen yang mengalami penurunan harga di 69 kota yang disurvei.
Kelompok pengeluaran lain yang mengalami deflasi adalah transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen dengan andil 0,02 persen terhadap deflasi Agustus. Deflasi pada kelompok ini menurut Suhariyanto, karena adanya penurunan tarif angkutan udara.
“Deflasi pada Agustus terhambat dengan inflasi yang terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga,” imbuh Suhariyanto.
Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 1.03 persen dan memberikan andil inflasi 0,08 persen pada Agustus. Penyebab utama inflasi pada kelompok ini adalah naiknya uang sekolah SD sebesar 0,03 persen, uang sekolah SMP sebesar 0,02 persen, dan uang SMA sebesar 0,01 persen.