Muhammad Nazarudin Latief
11 Februari 2019•Update: 11 Februari 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Penjualan eceran di Indonesia tumbuh 7,7 persen pada Desember 2018 lebih tinggi 3,4 persen dari bulan sebelumnya, menurut Bank Indonesia, Senin.
Dalam hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, kenaikan Indeks Penjualan Riil (IPR) ini ditopang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Kemudian dipengaruhi juga oleh barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya. Kemudian kelompok suku cadang aksesoris, ujar bank sentral dalam rilisnya.
Menurut BI, secara keseluruhan pada 2018, penjualan eceran menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan 2017.
Hal ini tercermin dari rata-rata pertumbuhan IPR sepanjang 2018 sebesar 3,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan rerata pada 2017 sebesar 2,9% (yoy).
Menurut BI, penjualan eceran diperkirakan tetap tumbuh positif pada Januari 2019.
Hal ini terindikasi dari IPR Januari 2019 yang tumbuh 4,8% (yoy), ditopang oleh penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan Rekreasi, dan sub-kelompok sandang.
Namun, pertumbuhan tersebut tertahan dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode sebelumnya, sesuai dengan pola historis pada awal tahun.
Hasil survei juga mengindikasikan penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang atau hingga Maret 2019.
Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 156,9 lebih rendah dibandingkan dengan 160,1 pada bulan sebelumnya.