Türkİye, Ekonomi

Bank Sentral Turkiye proyeksikan inflasi di akhir 2026 di kisaran 15–21 persen

Bank Sentral Turkiye menargetkan inflasi turun ke kisaran satu digit pada 2027 dan 2028

Burhan Sansarlıoğlu, Muhammad Abdullah Azzam  | 12.02.2026 - Update : 12.02.2026
Bank Sentral Turkiye proyeksikan inflasi di akhir 2026 di kisaran 15–21 persen Kepala Bank Sentral Republik Turkiye (TCMB) Fatih Karahan.

ISTANBUL

Presiden Bank Sentral Republik Turkiye Fatih Karahan memperkirakan inflasi Turkiye pada akhir 2026 akan berada dalam kisaran 15 hingga 21 persen, serta diproyeksikan menurun menjadi 6 hingga 12 persen pada akhir 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Karahan dalam pertemuan pengarahan di Kompleks Bank Sentral Turkiye di Istanbul Financial Center, Kamis (12/2), dalam rangka peluncuran Laporan Inflasi pertama tahun ini.

Karahan mengingatkan bahwa inflasi pada akhir 2025 tercatat 6,9 poin di atas target antara sebesar 24 persen.

Ia menyebut penyimpangan tersebut dipengaruhi oleh lima faktor utama, termasuk kenaikan harga impor akibat perkembangan geopolitik dan proteksionisme global, serta dampak kekeringan dan cuaca beku terhadap inflasi pangan.

Faktor lain yang turut berperan adalah efek penurunan inflasi yang lebih terbatas dari perkiraan, kenaikan harga yang diatur pemerintah melebihi asumsi, serta perlambatan penurunan tren inflasi inti dan efek inersia inflasi yang lebih lambat dari perkiraan.

Karahan juga mengatakan prospek pertumbuhan global tetap relatif tangguh meski diselimuti ketidakpastian, sehingga asumsi permintaan eksternal diperbarui sedikit lebih tinggi.

Ia menambahkan bahwa harga minyak diperkirakan bergerak lebih lemah seiring menurunnya ketidakpastian geopolitik, meskipun kenaikan harga logam industri mendorong kenaikan harga komoditas non-energi.

Dalam konteks ini, TCMB memperbarui asumsi harga impor dan melakukan penyesuaian terbatas pada proyeksi harga pangan, dengan mempertimbangkan dampak sementara dari Ramadan serta guncangan pasokan.

Karahan menegaskan bahwa kebijakan moneter ketat akan terus dipertahankan untuk mencapai target inflasi jangka menengah.

“Pada 2026, kami memperkirakan inflasi berada pada kisaran 15 hingga 21 persen. Untuk akhir 2027, proyeksi kami menunjukkan inflasi turun ke kisaran 6 hingga 12 persen,” ujar Karahan.

Ia menyebut target antara inflasi dipertahankan sebesar 16 persen untuk 2026 dan 9 persen untuk 2027, sementara target antara 2028 ditetapkan 8 persen. Inflasi diperkirakan stabil pada level 5 persen dalam jangka menengah setelah mencapai 8 persen pada 2028.

Karahan menjelaskan bahwa pembaruan kisaran proyeksi inflasi 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya sejumlah risiko, revisi asumsi, serta perubahan metode perhitungan indeks harga konsumen yang meningkatkan bobot kelompok jasa dalam keranjang inflasi.

Ia menegaskan TCMB siap memperketat kebijakan moneter jika inflasi menyimpang secara signifikan dari target antara.

Menurut Karahan, stabilitas harga merupakan prasyarat bagi pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan sosial.

“Kami akan terus melakukan apa pun yang diperlukan untuk menurunkan inflasi sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın