19 September 2017•Update: 20 September 2017
Gulsen Cagatay
ANKARA
Dewan Direksi Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui dua pinjaman sebesar USD 1,1 milyar untuk meningkatkan dan memperluas sektor energi Indonesia, menurut pengumuman mereka pekan lalu.
Pinjaman pertama sebesar USD 500 juta ditujukan untuk kebijakan sektor energi (policy-based loan). Jumlah itu juga termasuk USD 100 juta dari Dana Infrastruktur ASEAN untuk Program Energi Berkelanjutan.
"Yang kedua adalah pinjaman sebesar USD 600 juta berbasis hasil (results-based loan) kepala Perusahaan Listrik Negara atau PLN, dengan jaminan dari Republik Indonesia, untuk meningkatkan akses pada layanan energi moderen dan berkelanjutan di timur Indonesia," bunyi pernyataan ADB.
Direktur ADB di Indonesia, Winfried Wicklein, mengatakan kedua pinjaman yang baru disetujui itu akan memperbaiki kebijakan lingkungan untuk meningkatkan investasi publik dan swasta di sektor energi Indonesia. Dana itu juga akan mendukung dan membangun jaringan distribusi tenaga listrik di Indonesia Timur.