Dunia

WHO : Amerika Latin jadi 'zona merah' baru Covid-19

Empat dari 10 negara dengan jumlah kasus terbanyak ada di Amerika Latin

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 03.06.2020
WHO : Amerika Latin jadi 'zona merah' baru Covid-19 Ilustrasi: Pemandangan Bandara Internasional El Dorado di Bogota, Kolombia, pada 18 Maret 2020. Jumlah kasus Covid-19 di Kolombia lebih dari 100, di 19 kota. Meskipun Kolombia bukan negara yang paling banyak kasus Covid-19 di Amerika Latin, namun memiliki penambahan kasus yang cepat, seperti di Italia dan Spanyol. (Juancho Torres - Anadolu Agency)

Colombia

Laura Gamba

BOGOTA, Colombia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pekan ini bahwa Amerika Latin telah menjadi "zona merah" penularan Covid-19 di dunia dan diperlukan solidaritas dan dukungan bagi negara-negara ini untuk mengatasi pandemi.

Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan pada Senin mengatakan empat dari 10 negara di dunia dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi berada di Amerika Latin.

Brasil, Peru dan Chili mengalami kenaikan kasus harian tertinggi, tetapi jumlahnya juga meningkat di Argentina, Bolivia, Kolombia dan Haiti.

"Negara-negara harus bekerja sangat sangat sulit untuk memahami skala infeksi, tetapi juga sistem kesehatan mulai mendapat tekanan di seluruh wilayah," kata Ryan pada konferensi pers virtual.

Amerika Latin telah menembus satu juta kasus dan mencatat lebih dari 50.000 kematian.

Brasil mengkonfirmasi 623 kematian baru dalam 24 jam terakhir dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 555.383 dan lebih dari 31.000 kematian.

Meskipun negara bagian Rio de Janeiro melaporkan lebih dari 54.000 kasus dan 5.462 kematian, gereja, toko mobil dan toko perabotan rumah semuanya diizinkan untuk dibuka, sementara orang-orang mulai berolahraga di sepanjang pantai dan berenang di lautan.

Pekan lalu, jumlah korban di Rio melebihi yang dilaporkan di seluruh daratan China selama epidemi.

Di Brasil yang berpenduduk 210 juta orang, tindakan karantina telah diterapkan secara berbeda di setiap negara bagian dan kota, dan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro sering menyerukan pencabutan pembatasan untuk melindungi ekonomi dan pekerjaan.

Meksiko juga membuka kembali sebagian negara pekan ini, meskipun masih melaporkan ribuan infeksi Covid-19.

Mereka mulai mengaktifkan kembali industri otomotif, pertambangan dan konstruksi meskipun negara itu telah mencatat lebih dari 10.000 kematian.

Presiden Andrés Manuel López Obrador memulai tur di negara bagian Quintana Roo, di mana kota resor Cancún berada, pada Senin.

Obrador mengatakan ekonomi negara itu harus dibuka kembali untuk kebaikan rakyat.

Peru telah memperpanjang darurat nasionalnya hingga akhir Juni. Negara ini telah mencatat lebih dari 170.000 kasus virus korona.

Sementara itu, Chili, yang juga masih di bawah pembatasan ketat, melaporkan total 108.686 kasus. 

Namun, WHO juga menyoroti Uruguay sebagai kisah sukses Amerika Latin dalam mengelola Covid-19.

Di negara kecil berpenduduk lebih dari tiga juta orang itu, hanya ada 826 kasus dan 23 kematian, padahal negara itu tidak pernah menerapkan karantina total.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.