Hayati Nupus
21 September 2019•Update: 22 September 2019
Mohammed Majid
GAZA CITY, Palestina
Ratusan warga Palestina di Jalur Gaza pada Jumat bergerak menuju pagar keamanan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi anti-pendudukan mingguan yang dikenal sebagai Great March of Return.
Mengusung bendera Palestina, para demonstran berbondong-bondong ke lima wilayah berbeda di timur Jalur Gaza.
Komisi Tinggi Nasional Great March of Return dan Penghentian Pengepungan Gaza, yang dibentuk
oleh faksi-faksi Palestina, menyebut aksi unjuk rasa Jumat ini “Kamp Pengungsi Berbasis di Libanon” terkait dengan penderitaan para pengungsi di sana.
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa 39 warga Palestina terluka karena serangan tentara Israel pada protes mingguan itu.
Dalam sebuah pernyataan singkat, kementerian mengatakan bahwa 26 orang yang terluka terkena peluru tajam, tanpa memberikan rincian lebih lanjut terkait luka-luka tersebut.
Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 demonstran mati syahid—dan ribuan lainnya terluka—oleh pasukan Israel.
Demonstran menuntut diakhirinya blokade Israel di Jalur Gaza yang dilakukan sejak 12 tahun lalu, yang telah menghancurkan sumber ekonomi dan merampas dua juta penduduk dari akses keluar-masuk Gaza serta kebutuhan dasar.