Ekip
21 Mei 2021•Update: 24 Mei 2021
Jorge Jraissati
CARACAS
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez menuntut pembebasan delapan tentara Venezuela yang diculik oleh kelompok bersenjata Kolombia, yang diidentifikasi sebagai pembangkang dari kelompok gerilyawan FARC.
Penculikan itu dikonfirmasi pada Sabtu lalu oleh Lopez, yang mengatakan tentara itu disergap pada 23 April di perbatasan Apure, yang merupakan wilayah konflik sejak akhir Maret.
Lopez dan Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza membenarkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan komunitas internasional untuk membebaskan tentara tersebut.
Arreaza mengatakan Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional untuk menciptakan "kondisi yang aman" untuk "pembebasan segera" para tentara.
Lopez menambahkan bahwa pemerintah akan "menggunakan segala upaya" untuk memulangkan tentara "dengan selamat dan sehat".
Penculikan itu merupakan perkembangan terbaru sejak bentrokan besar meletus antara Angkatan Bersenjata Venezuela dan kelompok-kelompok gerilyawan dari Kolombia di perbatasan.
Bentrokan terjadi setelah tentara Venezuela melancarkan Operasi Bolivar Shield untuk melindungi perbatasan, menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Bentrokan itu telah menyebabkan kelompok bersenjata menduduki daerah tersebut secara ilegal untuk perdagangan narkoba.