Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Ali Jawad dan Aref Youssef
BAGHDAD
Brett McGurk, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk memerangi Daesh, bertemu dengan para pemimpin Irak pada Selasa dengan tujuan mempercepat pembentukan pemerintahan Irak berikutnya.
Pembicaraan dilakukan satu minggu sebelum parlemen mengadakan sidang pertama pada 3 September, di mana seorang ketua majelis baru - bersama dengan dua wakilnya - akan dipilih.
Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Irak, kunjungan McGurk ditujukan untuk meyakinkan partai-partai dan kelompok-kelompok politik Irak untuk "mempercepat proses penyusunan pemerintahan baru".
Seorang sumber, yang tidak mau diketahui namanya karena larangan berbicara kepada media, tidak bisa mengatakan berapa lama McGurk berencana untuk tinggal di Irak.
Selasa pagi, McGurk bertemu dengan Wakil Presiden Irak Osama al-Nujaifi, potensial kandidat untuk jabatan ketua parlemen.
Dalam pernyataan lebih lanjut, kantor al-Nujaifi mengatakan bahwa pertemuan -- yang juga dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Irak, Douglas Silliman -- telah menyelesaikan "perkembangan politik terbaru dan pembicaraan yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk menempa blok mayoritas di parlemen".
Menurut pernyataan itu, al-Nujaifi juga menekankan pentingnya menerapkan program pemerintah yang layak dan menyediakan layanan yang memadai bagi masyarakat.
Pada Senin, pejabat pemerintah mengumumkan bahwa parlemen yang baru-baru ini terpilih di Irak akan mengadakan sidang pertama pada 3 September.
Menurut konstitusi Irak, majelis akan diberi 30 hari untuk memilih -- oleh dua pertiga mayoritas -- presiden berikutnya.
Presiden yang baru akan membentuk blok terbesar di parlemen dengan menyusun pemerintahan, yang kemudian harus dirujuk kembali ke parlemen untuk disetujui.