Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 September 2018•Update: 04 September 2018
Osama al-Ghassani
YERUSALEM
Utusan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt telah mengkritik Otoritas Palestina, mengatakan bahwa mereka menolak proposal perdamaian Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel bahkan sebelum mempelajarinya.
Pernyataan ini dituangkan dalam editorial oleh Greenblatt di harian Israel, Israel Hayom, pada Senin.
Utusan AS itu mengatakan bahwa Presiden Donald Trump ingin menjadikan 2018 sebagai "tahun yang damai", dengan menyebut persamaan politik di kawasan itu telah berubah.
Dia berpendapat bahwa Israel bukan lagi musuh bersama bagi dunia Arab, termasuk Palestina.
Greenblatt mengatakan bahwa Iran sekarang adalah musuh bagi orang Arab dan Israel.
"Ketika saya mengunjungi wilayah itu untuk pertama kalinya pada 1983, situasi yang terjadi di dunia Arab (kecuali Mesir) adalah permusuhan dan perang dengan Israel," kata Greenblatt. “Tapi setelah 35 tahun, ada realitas yang berbeda. Dalam menghadapi Iran yang agresif ... kebanyakan pemimpin sekarang menyadari bahwa Israel bukanlah masalah, dan bahwa negara Yahudi dapat menjadi bagian dari solusi bagi mereka.”
Kepemimpinan Palestina telah menolak mediasi AS sejak Desember, ketika Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.