Maria Elisa Hospita
16 November 2020•Update: 16 November 2020
Omer Tugrul Cam
ANKARA
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa menyatakan penyesalannya atas pembukaan garis pantai Maras di Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan pernyataan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip PBB untuk menyelesaikan masalah Siprus.
"Tidak ada alternatif bagi solusi komprehensif untuk masalah Siprus selain dasar resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Josep Borrell, merujuk pada pembukaan Maras yang telah ditutup selama 46 tahun.
Borrell mengatakan bahwa perkembangan terbaru di kota itu terjadi bersamaan dengan upaya untuk membuka ruang dialog dan negosiasi tentang penyelesaian masalah Siprus.
Dia juga menyatakan UE siap mendukung negosiasi dan berperan aktif dalam mencari solusi permanen.
"Uni Eropa berkomitmen penuh untuk penyatuan dalam kerangka kerja PBB dan yang sejalan dengan prinsip-prinsip pendiri Uni Eropa, dengan solusi komprehensif untuk masalah Siprus," tambah pejabat UE itu.
Borrell menekankan bahwa tidak boleh ada tindakan atas status Maras yang tidak sejalan dengan resolusi PBB yang relevan dan Turki harus bertindak dengan tanggung jawab menciptakan lingkungan untuk membantu negosiasi, serta memberikan kontribusi konkret.
“Berkaitan dengan hal ini, kami menyesali tindakan hari ini atas pembukaan zona tertutup di Maras dan pernyataan yang bertentangan dengan prinsip PBB untuk solusi masalah Siprus. Ini akan menyebabkan ketegangan di kawasan ini," kata dia lagi.
Kota Maras yang terletak di Gazimagusa, juga dikenal sebagai Famagusta, sebagian dibuka kembali untuk umum pada 8 Oktober.
Akses masuk ke Maras hanya diberikan ke personel tentara Turki yang ditempatkan di TRNC.
Siprus telah terpecah sejak 1974, ketika kudeta Siprus Yunani diikuti oleh kekerasan terhadap Turki di pulau itu dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.
Proses perdamaian telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, termasuk inisiatif Swiss pada 2017 di bawah naungan negara penjamin Turki, Yunani, dan Inggris.